Politeknik Kutaraja Lakukan Tes Beasiswa Berprestasi, Ini Pesertanya

Peserta tes beasiswa berprestasi YPSIK Politeknik Kutaraja serius menjawab soal saat ujian berlangsung di Aula kampus setempat, Kamis, 11/7/2019 | dokpri

Pendidikan tinggi saat ini telah menjadi kebutuhan. Dan memilih perguruan tinggi yang tepat serta sesuai mesti menjadi pertimbangan utama adik-adik lulusan SMA. Demikian dikatakan oleh Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan Saiful Bahgia, SE.,M. Si. Ak.CA saat memberikan arahan bagi peserta tes beasiswa di Politeknik Kutaraja, Kamis, 11/7/2019.

Dalam rangka meningkatkan peran Politeknik Kutaraja dalam mendukung program pemerintah untuk mencerdaskan Sumber Daya Manusia (SDM), Politeknik Kutaraja membuka kesempatan bagi generasi Aceh lulusan SMA/MA/SMK sederajat untuk mendapatkan beasiswa dari Yayasan Pendidikan Sarana Ilmu Kutaraja (YPSIK).

Tes tulis beasiswa tersebut diikuti sebanyak 50 peserta dari berbagai daerah, diantaranya Banda Aceh, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Besar, Takengon dan Meulaboh. Secara rata-rata peserta memang lebih banyak dari luar Banda Aceh.

Peserta tes beasiswa berprestasi

Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Politeknik Kutaraja tahun akademik 2019/2020, Saiful Bahgia mengatakan tes yang dilangsungkan hari untuk menjaring sebanyak 20 orang penerima beasiswa berprestasi. Nanti setelah tes tulis, mereka yang mencapai passing grade akan masuk ke tahap berikutnya yaitu tes wawancara.

“Tes wawancara akan dilangsungkan pada Sabtu, 13/7/2019 pukul 09.00 di kampus setempat.” tutup Saiful. (*)

Doi Cantik yang Senang Kuliah di Perguruan Tinggi Vokasi

Hazratul Akmal mahasiswa Politeknik Kutaraja Program Studi Manajemen Keuangan Sektor Publik (MKSP)/foto Hazra

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) telah mengumumkan hasil SBMPTN 2019 di Gedung Kemenristekdikti, Jakarta (9/7/2019).

Jumlah peserta yang dinyatakan lulus seleksi pada 85 perguruan tinggi negeri (PTN) se-Indonesia sebanyak 168.742 peserta termasuk Universitas Syiah Kuala. Jumlah tersebut merupakan hasil seleksi dari pendaftar SBMPTN 2019 sebanyak 714.652 peserta.

“Pengalaman itu pernah saya alami” tutur gadis cantik asal Meulaboh yang kini tercatat sebagai mahasiswi Politeknik Kutaraja Banda Aceh. Doi manis yang memiliki nama Hazratul Akmal lalu membagi kisah dan pengalamannya ketika ikut SBMPTN tahun lalu.

Menurut Hazra begitu sering dipanggil, memang rata-rata siswa di Aceh mungkin juga daerah lain prioritas memilih Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan memilih program studi atau jurusan bergengsi, walau kadang tidak sesuai dengan kemampuan yang ada. Dan itu tidak salah.

“Tetapi bagaimana jika tidak lulus? Kecewa pasti. Namun kita tidak boleh lama-lama larut dalam kekecewaan itu. Kita mesti segera bangkit” kata Hazra. Toh masih banyak Perguruan Tinggi Swasta yang juga tak kalah bergengsi dengan PTN.

Berikut wawancara kami dengan Hazratul Akmal tentang pendidikan vokasi dan pendapat dia tentang Politeknik Kutaraja.

Apa pendapat kamu tentang pendidikan vokasi?

Pendidikan vokasi merupakan pendidikan tinggi yang ditujukan untuk kepentingan praktis dimulai dari D-I, D-II, D-III, Sarjana Terapan, Magister Terapan dan Doktor Terapan yang berfungsi mengembangkan peserta didik agar memiliki pekerjaan keahlian terapan tertentu melalui program vokasi dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Pendidikan vokasi merupakan pendidikan yang mengarahkan mahasiswa untuk mengembangkan keahlian terapan, beradaptasi pada bidang pekerjaan tertentu dan dapat menciptakan peluang kerja.

Apa pendapat kamu tentang Politeknik Kutaraja?

Menurut saya, kampus Politeknik Kutaraja merupakan solusi tepat bagi calon mahasiswa yang ingin bekerja sekaligus belajar berkarir, karena di Politeknik Kutaraja kita bisa belajar teori dan pengaplikasian teori ke lapangan, seperti yang kita ketahui bahwa di Era Globalisasi saat ini sangat di butuhkan Softskill bagi Fresh Graduate kedepannya, maka dari itu Ayo kuliah di Politeknik Kutaraja.

Mengapa memilih kuliah di Politeknik Kutaraja? Apa alasannya?

Alasan saya berkuliah di Politeknik Kutaraja adalah fasilitas yang memadai, mahasiswanya aktif dan kreatif dan juga visi misi kampus lebih jelas dan terarah, yaitu salah satunya membentuk karakter mahasiswa agar menjadi fresh graduate yang di nanti berguna bagi masyarakat, instansi, perusahaan dan dunia kerja lainnya kedepan.

Mengapa pilih prodi MKSP?

Karena saya ingin lebih dalam memahami ilmu bagaimana cara mengelola keuangan dengan baik, tidak hanya keuangan, banyak hal yang bisa dikelola dengan baik dengan mempelajarinya ilmu manajemen.

Bagaimana suasana kuliah di Politeknik Kutaraja?

Suasananya nyaman, adem, sejuk, bersih, dosennya ramah dan sangat mendukung kegiatan mahasiswa dan mahasiswanya juga aktif.

Biaya kuliah mahal nggak?

Masih terjangkau, sesuai dengan fasilitas yang di dapat.

Apa kata orang tua kamu saat mau masuk ke politeknik kutaraja?

Orang tua saya senang sekali dan berharap dengan berkuliah di Politeknik Kutaraja saya bisa menjadi generasi yang aktif, berprestasi dan menjadi kebanggaan bagi keluarga,dan juga bagi Politeknik Kutaraja

Kamu memperoleh apa saja sejak kuliah di Politeknik Kutaraja?

Banyak sekali Ilmu-ilmu yang baru saya peroleh, dunia baru, relasi baru dan tentunya prestasi-prestasi yg saya raih saat saya kuliah di politeknik Kutaraja, tentunya dengan dukungan dari Politeknik Kutaraja.

Apa harapan kamu setelah tamat kuliah?

Saya ingin berkarir dan mengaplikasikan ilmu saya selama berkuliah di Politeknik Kutaraja, kemudian juga bersedia untuk suatu saat kembali ke dunia kampus sebagai Alumni yang pernah mengecap studi di kampus serta berbagi kepada mahasiswa-mahasiswa baru nantinya.

Apa saran dan harapan kamu untuk Politeknik Kutaraja?

Saran saya dari segi biaya perkuliahan agar lebih memberikan keringanan dan fasilitas lebih bagi mahasiswa kurang mampu dan mahasiswa berprestasi agar bisa menunjang prestasi untuk peningkatan SDM dan juga kampus sendiri serta terus tingkatkan kredibilitas kampus agar menjadi favorit dan pilihan utama bagi mahasiswa yang ingin belajar sekaligus mengasah diri demi dunia kerja kedepannya.[]

Editor: Hamdani

Perjuangan Fini Inka Sari Mendapatkan Beasiswa Politeknik Kutaraja

Fini Inka Sari mahasiswa Politeknik Kutaraja Prodi Administrasi Perkantoran (Dokpri)

Perkenalkan namaku Fini Inka Sari biasa di panggil Fini. Aku lahir di Medan pada 09 Mei 2000. Keseharianku adalah mahasiswi di Politeknik Kutaraja Banda Aceh. Iya aku sendiri saat ini tinggal di Banda Aceh karena ayah dan umi ku menetap di sini, sebelumnya kami tinggal di Medan, sehabis Tsunami 2004 kami pindah ke dan menetap di Banda Aceh.

Berbicara tentang perkuliahanku, jujur aku bukanlah berasal dari keluarga kaya tapi keluarga yang berkecukupan. Apa yang ku mau harus ku cari sendiri, tidak bisa berharap banyak pada kedua orang tuaku. Dalam keluarga, aku anak ke-2 dari 4 bersaudara, adik ku 3, abang ku 1, dan akulah satu-satunya cewek. Karena anak perempuan tunggal, aku adalah Umi setelah Umi ku..hehehe…

Cita-citaku dari dulu ingin menjadi seorang Polwan, alasan ku karena sehabis tamat SMA aku ingin mendapatkan kerja dan bisa membantu kedua orang tuaku. Namun takdir berkata lain. Karena badanku tidak tinggi-tinggi amat alias pendek, aku tidak lulus sewaktu tes itu .. eehmm merasa sedih ya pasti.

Namun aku percaya semua ini ada hikmahnya karena Allah tahu apa yang aku butuhkan, bukan apa yang aku inginkan. Dan hari itu juga aku memutuskan untuk mencari pekerjaan lain. Aku ingin berkuliah namun ekonomi keluargaku sangat krisis, buat makan aja pas-pasan. Belum lagi kebutuhan buat adik-adikku, dan tidak mungkin aku mendahulukan kepentinganku dan mereka tidak bersekolah karena ku!

Iyaa! Akupun bekerja, namun ini bukanlah kali pertama aku bekerja, sebelumnya sewaktu SMA aku sudah kerja sebagai karyawan katering di tempat guruku, namun itu bukanlah kerja tetap, kapan ada pesanan, kapan dipanggil aku datang. Aku juga pernah kerja di-laudry dekat rumah ku. Waktu itu sepulang dari sekolah aku langsung ke laundry untuk mencari uang saku (jajan) untuk esok harinya. Aktivitas itu setiap hari aku lakukan.

Semasa sekolah di SMP aku juga pernah bekerja sebagai karyawan di tempat wisata Kuta Malaka Samahani. Ya kerjaan ini bukanlah orang tuaku suruh namun kemauan dari diriku sendiri. Aku suka mencari uang karena itu membuatku lebih menghargai uang dan aku bangga pada diriku. Ya setidaknya walaupun tidak banyak namun aku bisa sedikit membantu orang tuaku.

Terakhir aku pernah kerja di salah satu rumah makan yang menjual Mie Pangsit di daerah Peunayong. Lumayan dekat dari rumahku, di sana aku bekerja cuma sehari karena sebelumnya aku sedang mengikuti beasiswa. Informasi beasiswa ini aku dapatkan dari guruku yang bernama Ibu Eltah. Dia adalah guru MP Kimia aku. sekarang juga kerja di rumah guruku ini sebagai juru gosok baju di rumahnya. Sebulan sekali aku mendapatkan gaji darinya. Iya lumayan uangnya bisa buat jajan kasih Umi sikit, ayahku sikit, selebihnya celengan yang menerimanya …:).

Tidak menunggu waktu lama aku pun mengikutu tes beasiswa tersebut. Kali pertama aku mengikuti tes Minat bakat di Politeknik Kutaraja, tujuannya agar aku tahu bakatku sebenarnya dibidang apa. Tes kedua yaitu tes beasiswa.

Saat tes wawancaranya di hari Senin pagi yang cerah itu aku bergegas pergi kampus Politeknik Kutaraja, dan masih teringat di pikiran aku memakai baju yang bewarna maron, itu adalah warna kesukaaan ku. Tidak menunggu waktu lama sesampai di sana namaku pun dipanggil untuk segera menuju ke suatu ruangan tempat wawancara dilaksanakan. Aku di wawancara di situ dan aku merasa takut, grogi, panas dingin.

Setiap langkah ku menuju ke ruangan itu aku penuh percaya diri diiringi dengan Bismillah. Masih teringat di pikiranku di dalam ruangan itu ada 5 (lima) orang bapak-bapak dan 1(satu) org ibu yang aku tidak tahu siapa mereka sebelumnya. Ternyata mereka itu adalah dosenku sekarang. Yaaa ampunnnn di situ ada pak Ham, Pak Is, Pak Saiful, Pak Ijal dan Bu Lia, mereka banyak bertanya tentangku dan sebisa ku menjawab pertanyaan-pertanyaan itu.

Seminggu kemudian di hari Senin, seperti biasa aku orang yang banyak waktu namun tidak punya uang biasa di sebut dengan pengangguran. Pada pagi hari aku selagi membantu Umi ku membersihkan rumah masuk pesan lewat HP ku yang isi pesan itu ” Selamat Fini Inka Sari kamu mendapatkan Beasiswa 100% dari Politeknik Kutaraja.”

Wooww…..jujur aku merasa bingung membaca pesan itu yang terlintas di pikiranku itu hanyalah sebuah candaan semata, namun ku berpikir lagi, tidak ada yang nggak mungkin. Disitu aku mencubit tanganku ternyata sakit sekiraku aku sedang bermimpi, ternyata tidak :).

ini adalah salah satu kabar gembira buat kedua orang tuaku. Pada saat itu seperti akulah satu-satunya orang yang paling bahagia di jagat raya ini hahahah…!!!

Ke esokan harinya aku memberi tahu kepada guruku dan aku mengucapkan ribuan trimakasih. Alhamdulillah sampai sekarang uang SPP aku tidak pernah membayarnya. Beasiswa ku ini ternyata dari yayasan. Di karenakan aku mendapatkan kuliah gratis kerja ku di Mie Pangsit terpaksa aku tinggalkan karena pemiliknya tersebut tdk mau mempunyai karyawan yng berkuliah dan aku pun meminta maaf kepadanya karena cuma bisa sehari bekerja.

Hari pertama kuliahku yang tidak disangka-sangka ini, aku bertemu dengan teman-teman baru yang kebanyaka berasal dari luar daerah. Mereka baik-baik, begitu juga dengan dosen-dosenku di Politeknik Kutaraja yang ramah, sungguh baik hati. Sungguh aku tidak nyesal kuliah di sini, aku kuliah di sini mengambil jurusan Administrasi Perkantoran (ADP).

Jujur bagian perkantoran sebelumnya tidak pernah terlintas dipikiranku. Menurutku ini terlalu feminim buatku, aku suka yang kemiliteran yang penuh dengan tantangan. Cita-citaku saja sebagai Polwan, KOWAD dan Satpol PP, hehehe. Mangka dari itu sewaktu di SMA aku sering mengikuti perlombaan di bagian Kepramukaan, bela negara karena itu menantang bagiku.

Namun takdir berkata lain apa yang aku inginkan tidak tercapai. Tapi aku percaya bagian rezeki, maut, jodoh sudah ada yang ngatur. Ini pasti yang terbaik untukku. Bismillah berusaha dan berdoa aku yakin pasti bisa, yang aku impikan tamatku dari kuliah ini aku ingin mempunyai rumah atas Namaku, hanya itu saja. Karena kmi sekarang masih nomaden atau berpindah-pindah tempat…hehehe.

Pesanku buat teman-teman, sesibuk apapun kamu janganlah pernah meninggalkan sholat karena sholat kita untuk berdoa. Dan tidak ada doa yang tidak dikabulkan, tunggu saja suatu keajaiban akan datang kepadamu tepat pada waktunya dan yang penting terus berusaha.[]

Editor: Hamdani

Orang Sukses Vs Orang Gagal

Mahasiswa Prodi MKSP Politeknik Kutaraja foto bersama Illiza Sa’aduddin Djamal (Dok. Himapro-MKSP)

Oleh: Gebrina Adzkia*

Semua orang pasti ingin sukses dalam hidupnya, baik suskes dalam dunia pekerjaan, pencintaan, dan kehidupan lainnya. Tapi mengapa sih tidak semua orang bisa mencapai kesuksesan itu? Apa sih yang membedakan orang-orang yang suskes dan orang-orang yang gagal dalam mencapai tujuan mereka?

Saya ingin berbagi sedikit tentang hal tersebut berdasarkan cerita dari orang-orang suskes yang pernah saya baca tentang riwayat hidup mereka meskipun saya sendiri saat ini sedang berusaha untuk mencapai kesuksesan pula.

Di kesempatan kali ini saya akan membagikan 3 (tiga) hal saja apa yang menjadi pembeda antara orang sukses dan orang gagal tersebut. Walau sebenarnya masih banyak lagi yang membedakan orang-orang sukses dan orang-orang gagal.

Pertama
Orang-orang sukses selalu mencari jawaban atas permasalahan-permasalahan yang mereka hadapi. Bagaimanapun masalah yang dihadapi, seberat apapun itu mereka selalu berhasil menemukan solusinya. Mereka memiliki pikiran yang unik dan kreatif untuk menyelesaikan permasalahannya.

Sedangkan orang-orang yang gagal, jangankan mencari solusi untuk permasalahan yang ada, mereka malah merupakan bagian dari penyebab masalah itu sendiri.

Kedua
Orang-orang yang suskes tidak pernah mau berhenti belajar dan selalu mau menerima hal-hal baru. Misalnya tentang satu cara baru, ide baru, dan pengetahuan baru.

Sedangkan orang-orang gagal suka berpikir mereka lebih pintar dari orang lain dan tidak suka menerima opini orang lain karena mereka yakin merekalah yang paling benar. Pemikiran seperti inilah yang membuat mereka tidak bisa berkembang dan cenderung memiliki cara pandang yang sempit.

Ketiga
Orang-orang yang sukses tidak hanya menganggap masalah-masalah yang ada merupakan hal yang negatif tapi mereka melihat juga dari sisi yang positif dan dapat mencari peluang dari masalah yang ada.

Mereka selalu belajar dari permasalahan yang ada agar kedepannya dapat menjadi lebih baik. Seburuk apapun masalah yang mereka hadapi, mereka tidak akan pernah terpuruk dalam waktu yang lama karena mereka tahu terpuruk tidak dapat menyelesaikan masalah apa-apa.

Lain halnya dengan orang-orang gagal, mereka hanya bisa melihat masalah-masalah dengan pandangan yang negatifnya saja. Mereka tidak dapat melihat hal positif yang dapat diambil.

Sebagai penutup saya ingin menulis sebuah kutipan yang sangat menginspirasi saya yaitu “semua impian dapat menjadi nyata jika kita memiliki keberanian besar untuk mengejar impian itu”, Walt Disney.

Jadi sebagaimana kutipan tersebut. Jadilah orang yang berani dan pantang menyerah dalam mengejar setiap impian kamu hingga ia benar-benar menjadi nyata dan hanya dirimulah saja yang dapat mewujudkan mimpimu, tentu saja diiringi doa dan memohon bantuan Allah Subhanahu Wata’aala.[]

Editor: Hamdani

*) Mahasiswa Prodi MKSP Politeknik Kutaraja Banda Aceh.

Ikuti Konferensi Internasional ICASI di Politeknik Kutaraja, Ini Jadwalnya

Flayer Konferensi ICASI Ke-2/ist

Dalam waktu dekat Politeknik Kutaraja Banda Aceh akan mengadakan sebuah even ilmiah internasional atau Internasional Conference on Advance and Scientific Innovation (ICASI) ke-2 yang dijadwalkan akan berlangsung pada Rabu-Kamis, 18-19 Juli 2019.

Konferensi internasional ilmiah dilaksanakan sebagai upaya pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan akan fokus pada inovasi dan isu-isu ekonomi global.

ICASI menghadirkan 4 (empat) pembicara kunci untuk membawakan makalah mereka, DR. Hasliza A. Rahim dari Universiti Malaysia Perlis, DR. Naimah BT MD Khalil dari Politeknik Azlan Shah Perak Malaysia, Prof. Eon Yong Kim, Hanyang University South Korea, dan Dr. Mahriyuni, Univertas Negeri Medan, sekretaris LLDikti Wilayah I Sumatera Utara.

Even ini terbuka bagi semua kalangan teutama bagi dosen, mahasiwa, dan profesional. Mereka hanya perlu mengirimkan artikel ilmiah atau bisa menjadi peserta saja.

Direktur Politeknik Kutaraja, Supriyanto, SP.,M.Si, selaku penanggung jawab kegiatan berharap konferensi internasional ini akan berdampak positif bagi Aceh. Karena pembicara dan pesertanya dari negara lain seperti Malaysia, Korea, dan peserta dosmestik.

“Even ini bukan hanya untuk atau bersifat tradisi ilmiah saja namun kita berupaya sekaligus mendatangkan orang-orang dari negara lain untuk berkunjung ke Aceh. Ini tentunya akan menambah devisa, apalagi bila mereka menikmati tempat-tempat wisata. Maka akan menjadi promosi bagi daerah ini.” jelas Supriyanto.

Ini merupakan kegiatan ICASI yang kedua. Sebelumnya konferensi Internasional yang pertama diadakan di Medan pada tahun lalu dan diikuti hampir 200 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera, Jawa, dan luar negeri. (*)

Dosen Politeknik Kutaraja Ikuti Pelatihan IAPS Versi 4.0

Dosen Politeknik Kutaraja foto bersama dengan narasumber usai mengikuti pelatihan (foto/Mirnawati)

BANDA ACEH | Dalam rangka meningkatkan standar mutu program studi. Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi atau BAN-PT, telah meluncurkan instrumen baru untuk akreditasi program studi perguran tinggi. Instrumen baru tersebut berbasis outcome dan output yang kemudian dinamankan IAPS 4.0, atau Instrumen Akreditasi Program Studi 4.0.

Pengembangan instrumen ini di dasari atas Permenristekdikti No. 32 Tahun 2016 sehingga pengembangan IAPS terus dilanjutkan dengan terus memanfaatkan peran teknologi.

Guna memperkuat perguruan tinggi dan program studi yang ada di lingkungan kerja Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) XIII Aceh untuk mengadopsi instrumen baru tersebut. LLDIKTI XIII Aceh melakukan Pelatihan IAPS Versi 4.0 bagi 21 perguruan tinggi yang ada di Propinsi Aceh yang dilaksanakan di aula STIKes Muhammadiyah Aceh, Jumat, 28/6/2019.

Kepala LLDIKTI XIII Aceh yang diwakili oleh Kepala Bagian Akademik, Kemahasiswaan dan Sumber Daya Muhammad Najib saat membuka pelatihan mengatakan jika pihaknya sangat berharap jumlah program studi dan perguruan tinggi yang ada di Aceh dapat memperoleh akreditasi minimal B dapat lebih meningkat dari sebelumnya.

“Perubahan borang akreditasi program studi dari sebelumnya menjadi instrumen akreditasi program studi diharapkan semakin banyak perguruan tinggi swasta terutama mendapatkan nilai akreditasi yang lebih bagus yakni dari kategori ‘Baik’ ke ‘Sangat Baik’ dan ke ‘Unggul'” kata Muhammad Najib, M.Pd.

Jumlah program studi yang terakreditasi B di lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL-Dikti) Wilayah XIII terus meningkat pesat sejak tahun 2015. Bila pada tahun 2015 hanya 32 prodi di lingkungan Kopertis XIII yang terakreditasi B, tahun 2018 meningkat jadi 134 prodi.

Dengan pemateri yang juga assesor berpengalaman menjadikan Pelatihan IAPS Versi 4.0 ini jadi lebih menarik. Prof. Dr. Zulkifli Dahlan dari Universitas Sriwijaya membawakan materi Instrumen Akreditasi, Laporan Kinerja Program Studi (LKPS), sedangkan Prof. Dr. Marwan, ST.,MT. dari Unsyiah menjelaskan tentang materi Laporan Evaluasi Diri (LED).

Zulkfifli Dahlan menjelaskan mengapa Instrumen Akreditasi (IA) harus di update? Menurutnya sekurang-kurangnya ada tiga alasan yaitu karena out of update, artinya IA diperbaharui, lalu adanya shifting paradigm, dan terakhir karena adanya kelemahan penilaian.

Dosen Politeknik Kutaraja yang diikutkan dalam pelatihan ini mewakili masing-masing program studi yang ada. Prodi MKSP, Hamdani, prodi Analis Keuangan, Agustina, Prodi Administrasi Perkantoran, Mirnawati, dan Prodi Akuntansi, Azlina. (*)

BEM Politeknik Kutaraja Ikut Workshop Kode Etik ASN dan Training Pelayanan Publik

Ketua BEM Politeknik Kutaraja Hasbi melakukan foto bersama dengan peserta Workshop Kode Etik ASN dan Training Pelayanan Publik, Kamis, 27/6/2019 | FOTO: Hamdani

BANDA ACEH | Undang-undang (UU) No 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik telah memberikan ruang partisipasi publik untuk warga (pengguna layanan) untuk memperbaiki kualitas dan akuntabilitas pelayanan publik.

UU 25/2009 mengatur tentang prinsip-prinsip pemerintahan yang baik yang merupakan efektivitas fungsi-fungsi pemerintahan itu sendiri sebagai pelayan publik.

Pemerintah telah mengembangkan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) melalui aplikasi LAPOR yang mengintegrasikan seluruh saluran pengaduan kepada berbagai institusi penyelenggara pelayanan publik.

Meskipun UU No 25/2009 telah lama dikeluarkan oleh pemerintah namun sampai sekarang ini masih banyak masyarakat dan kelompok-kelompok masyarakat yang belum mengetahui dan memanfaatkannya guna berpartisipasi dalam perbaikan pelayanan publik tersebut.

Berbagai kendala dihadapi oleh masyarakat terutama individu dalam berpartisipasi secara aktif dalam proses pelayanan publik. Kendala utama adalah tidak adanya keberanian untuk mempengaruhi kebijakan pelayan publik sehingga mereka cenderung menerima apa adanya.

Dokumentasi pribadi 

Kekuatiran masyarakat apalagi masyarakat yang tidak terorganisir dengan baik dalam menuntut haknya sebagai penerima layanan publik sangat masuk akal. Karena dari beberapa peristiwa keluhan buruknya layanan publik yang dipersoalkan semuanya berujung ke ranah hukum. Misalnya pasien yang mengadukan layanan kesehatan sebuah rumah sakit cendrung dituntut dengan pencemaran nama baik.

Boleh jadi bahwa masyarakat awam tidak memiliki pemahaman yang baik mengenai sarana pengaduan, cara pengaduan, dan materi pengaduan yang relevan dengan kasus yang terjadi sehingga aduan mereka memiliki celah hukum yang dapat menjerat dirinya sebagai sebuah tindakan pidana.

Karena itulah peran perguruan tinggi dan mahasiswa termasuk organisasi masyarakat untuk memperkuat pengetahuan masyarakat awam dalam mengadvokasi hak-hak mereka dalam layana publik. Perguruan tinggi dan akademisi sejatinya dapat memberikan pencerahan tentang pentingnya optimalisasi kualitas layanan publik yang diterima oleh masyarakat kapada pihak-pihak terkait.

Menurut Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Kutaraja Hasbi, ” pelayanan publik merupakan hak dasar masyarakat terutama dalam konteks fungsi negara, hal ini sesuai dengan amanat undang-undang pasal 5 ayat (2) UU no. 25 tahun 2009.”

Karena itu selaku mahasiswa ia pun mengimbau agar isu pelayanan publik yg sering muncul dan menjadi keluhan masyarakat dapat diperbaiki dengan cepat oleh pihak-pihak yang berwenang.

“Saya mengajak seluruh mahasiswa Indonesia , dan Aceh khususnya untuk menjadi pelopor dalam menanggulangi pelanggaran pelayanan publik, melalui berbagai media yang sudah disediakan pemerintah, dengan harapan terwujudnya Good Governance di Aceh dan Indonesia serta lahirnya transparansi aparatur negara dalam penyelenggaraan pelayanan publik.” kata Hasbi.

Hal itu disampaikan Hasbi ketika mengikuti Training Pelayanan Publik dan Workshop Kode Etik Aparatur Sipil Negara untuk Organisasi Masyarakat Sipil dan Komunitas yang diselenggarakan oleh LSM Gerak Aceh, Selasa-Kamis, 25-27 Juni 2019, di Aula Gedung Diskominfotik Kota Banda Aceh.

Sementara itu Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, dan juga Dosen Fakultas Hukum Unsyiah, DR. H. Taqwaddin Husin, S.H.,S.E.,M.Si. yang tampil sebagai narasumber menjelaskan fungsi lembaga yang dipimpinnya sebagai pengawas pelayanan publik. Dalam mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik Ombudsman berdasarkan pada pasal 37 Undang-undang No. 37 tahun 2008.

Masyarakat yang merasa dirugikan oleh pelayanan publik yang tidak memenuhi kaidah pelayanan yang baik sesuai dengan aturan dan prosedur yang ada dapat mengadukannya ke Ombudsman untuk ditindaklanjuti kepada penyeleggara layanan publik.

Selain itu warga atau masyarakat dapat juga melapor pelanggaran penyelenggaraan pelayanan publik melalui media lapor di situs www.lapor.go.id.(*)

Beasiswa Bidikmisi, Mengantarkan Siswa Yatim Ini Menikmati Pendidikan Tinggi

Ajrul Amilin mahasiswa Program Studi Manajemen Keuangan Sektor Publik (MSKP) penerima Beasiswa Bidikmisi tahun 2018 | Foto: dok. Ajrul Amilin

BANDA ACEH — Saat ini pendidikan tinggi bukan lagi termasuk kebutuhan mewah. Melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau sering disebut kuliah kini telah menjadi kebutuhan dasar generasi yang hidup di era modern.

Tanpa melanjutkan kuliah, maka kesempatan mendapatkan peluang kerja sangat kecil, atau jika bekerja pun hanya pada posisi bawah dengan gaji standar.

Meskipun kuliah bukanlah satu-satunya bertujuan untuk mendapatkan pekerjaan yang wah dengan gaji besar dan fasilitas mewah. Namun tanpa kuliah kesempatan mendapatkan ilmu pengetahuan yang lebih tinggi dan luas pun tidak kita peroleh.

Dengan demikian kuliah di perguruan tinggi menjadi sangat penting, apakah bertujuan untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan keterampilan maupun guna mempersiapkan diri memasuki dunia kerja sebagai sumber daya manusia yang berkualitas.

Namun bagaimana bila tidak mampu secara ekonomi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi karena terkendala oleh biaya? Sebagaimana kita tahu biaya kuliah saat ini begitu mahal, belum lagi ditambah dengan biaya hidup jika kuliah di luar daerah atau luar negeri.

Itulah berbagai pertanyaan yang dulu kerap muncul di benak Ajrul Amilin ketika itu ia masih bersekolah di SMAN 12 Banda Aceh. Kegalauan Ajrul, begitu kawan-kawannya memanggil, sangat beralasan karena ia menyadari bagaimana ekonomi orang ibunya, terutama paska ditinggal Ayah yang meninggal karena tsunami 2004 silam.

Ajrul merupakan anak yatim yang ibunya berprofesi sebagai petani penggarap di sebuah desa di kawasan Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, tergolong keluarga miskin dan hidup sederhana. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari bahkan harus dibantu oleh anak-anaknya termasuk Ajrul yang ikut mencari pendapatan tambahan bagi ekonomi keluarga.

Ajrul Amilin bersama Ibu dan kakaknya di rumah mereka di kawasan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar | Foto: dok. Ajrul Amilin

Sehingga waktu itu Ajrul sudah memutuskan tidak melanjutkan kuliah setamat di SMAN 12 Banda Aceh meskipun dalam hatinya sangat ingin mengecap pendidikan di bangku kuliah. Mengingat kemampuan orang tuanya yang sangat terbatas.

Namun siapa sangka ternyata nasib bisa berbeda karena takdir. Rasa pesimis yang pernah dimiliki oleh Ajrul, Allah gantikan dengan kebahagiaan. Mungkin itulah hikmah atau berkah yang ia peroleh karena selama ini ia selalu berbakti kepada kedua orang tuanya.

Doi yang akan berulang tahun pada bulan Juli ini merasa sangat bersyukur karena ia diberi kesempatan oleh pemerintah untuk mendapatkan program Beasiswa Bidikmisi tahun 2018, sehingga sekarang ia telah tercatat sebagai mahasiswa Politeknik Kutaraja Banda Aceh.

“Alhamdulillah bersyukur, ahamdulillah dengan Bidikmisi sampai di usia sekarang masih bisa merasakan pendidikan menjadi seorang mahasiswa. Tidak harus memikirkan kerja full time untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Walau Bidikmisi sendiri tidak bisa dikatakan cukup untuk memenuhi kebutuhan, namun sudah sangat membantu.” terang Ajrul kepada penulis.

Di Politeknik Kutaraja Ajrul memilih Program Studi Manajemen Keuangan Sektor Publik (MKSP) jenjang Diploma 4 (D4) atau setara S1. Di prodi tersebut Ajrul belajar tentang pengetahuan manajemen keuangan dan keterampilan mengelola keuangan organisasi/lembaga publik.

Foto bersama tim Politeknik Kutaraja saat mengikuti even Kemenristek Dikti | Foto: Saiful Bahgia

Ia mengaku sangat tertarik dan senang mempelajari tentang manajemen. Menurut cowok yang aktif pada kegiatan Kepramukaan ini, ” manajemen sangat penting untuk kita pelajari, sebab tidak ada organisasi manapun yang tidak menerapkan fungsi manajeman dalam kegiatannya.” kata Ajrul.

Itulah alasan mengapa kini ia semakin bertekad untuk menyelesaikan pendidikan secepat mungkin agar ilmu yang dipelajarinya dapat segera ia aplikasikan pada tempat kerjanya nanti.

Lebih lanjut Ajrul menceritakan, bantuan pendidikan yang diterimanya ia kelola dengan sebaik-baiknya untuk keperluan kuliah. Namun sebagian besar uang tersebut ia gunakan untuk biaya transportasi menuju kampus.

“Beasiswa Bidikmisi untuk kebutuhan kuliah. Sebagian besar saya gunakan untuk transportasi. Karena kampus sendiri berjarak lebih kurang 17 km. selebihnya untuk serba serbi lainnya, seperti beli buku, foto kopi bahan kuliah dan sedikit buat jajan.” Ajrul merincikan.

Dibidang prestasi akademik, Ajrul tergolong mahasiswa yang cerdas dan berprestasi. Buktinya ia memiliki Indeks Prestasi (IP) 3,7 pada semester lalu, dan ia target semester depan dapat lebih meningkat.

Tim debat NUDC Politeknik Kutaraja (dokpri)

Ajrul juga tergolong aktif dalam kegiatan-kegiatan kemahasiswaan dikampusnya. Ia kini dipercayakan sebagai wakil ketua BEM Politeknik Kutaraja sekaligus sebagai salah satu Pengurus Himpunan Mahasiswa Program Studi MKSP (Himapro-MKSP).

Melalui organisasi kemahasiswaan Ajrul dan kawan-kawan sering mengadakan seminar-seminar di kampus dan mengikuti berbagai even perlombaan yang diadakan oleh Kemenristek Dikti dan LLDIKTI 13 Wilayah Aceh.

Sebelum Ajrul mengakhiri pembicaraannya dengan penulis. Ia pun menyarankan beberapa ide, mungkin harapanlah, bisa dikatakan begitu. Ajrul berharap agar pemerintah dapat menambah kuota penerima Beasiswa Bidikmisi lebih banyak lagi untuk calon-calon mahasiswa Politeknik Kutaraja.

Keceriaan bersama teman-teman di sela-sela kegiatan kuliah di Kampus Politeknik Kutaraja (dokpri)

Sehingga semakin banyak kesempatan yang diperoleh oleh anak-anak keluarga tidak mampu lainnya menempuh pendidikan tinggi.

Ketika ditanya apa harapan Ajrul setelah tamat kuliah nanti? Ia mengatakan “harapannya supaya lebih bisa mandiri dan bisa bertanggung jawab penuh terhadap keluarga. Selain itu bisa membuka usaha dan menciptakan lapangan kerja walau hanya kecil supaya bisa membantu orang sekitar.” tutup Ajrul.

Tidak hanya Ajrul yang berharap seperti itu. Muhammad Farhansyah Putra pun yang juga sebagai mahasiswa penerima Beasiswa Bidikmisi tahun 2018, dan kini duduk di Prodi D3 Akuntansi Politeknik Kutaraja senada dengan kawan seangkatannya tersebut.

Dan akhirnya mereka mengucapkan terima kasih banyak kepada Yayasan Pendidikan Sarana Ilmu Kutaraja (YPSIK), Politeknik Kutaraja dan LLDIKTI 13 Aceh yang telah memfasilitasi dirinya memperoleh beasiswa Bidikmisi dari Pemerintah, dan ia berjanji akan selalu menjaga amanah ini dengan baik serta bertanggung jawab.(*)

Penulis: Hamdani, SE.,M.Si (Ketua Program Studi MKSP) 

BEM Politeknik Kutaraja dan Unsyiah Jalin Kerja Sama

Ketua BEM Politeknik Kutaraja bersama rekan sejawatnya Presiden Mahasiswa Unsyiah Banda Aceh sedang beramah tamah, Sabtu, 22/6/2019 (Foto/Hasbi)

BANDA ACEH — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Kutaraja Banda Aceh secara informal sedang menjajaki peluang kerja sama dengan BEM Universitas Syiah Kuala (BEM).

Melalui serangkaian pertemuan dilakukan oleh Ketua BEM Politeknik Kutaraja Hasbi dengan pihak-pihak terkait terutama pengurus inti BEM Unsyiah. Sehingga niat untuk bekerja sama tersebut kini telah terwujud.

“Alhamdulillah dalam diskusi yang hangat kita telah menjalin kerja sama dengan BEM Universitas Syiah Kuala, dibidang organisasi, kewirausahaan dan kegiatan lembaga lainnya. kita akan lakukan tindak lanjut dari pertemuan ini, dalam minggu ini kita akan berdiskusi secara formal dengan BEM Unsyiah.” kata Hasbi.

Pertemuan Presiden Mahasiswa (Presma) kedua perguruan tinggi di Aceh tersebut berlangsung dalam suasana santai sambil minum kopi di sebuah warung di Banda Aceh, Sabtu, 22/06/2019. Meskipun santai namun banyak hal mendasar yang mereka diskusikan.

“Hal yang paling mendasar yang kita bahas ialah mengenai krisis kepemimpinan mahasiswa dan lemahnya karakter mahasiswa, termasuk kita sebagai mahasiswa pemula, Insya Allah nanti kita akan diskusikan lebih jauh hal ini sama-sama.” tambah Hasbi.

Hadir dari BEM Unsyiah yaitu Presiden Mahasiswa Rival Perwira bersama Sekjend-nya Sumardi. “kami menyambut baik wacana dan niat kerja sama BEM Politeknik Kutaraja karena ini menjadi ajang untuk memperkuat ukhwah kemahasiswaan Aceh, apalagi saat ini mahasiswa kita seperti disibukkan oleh kegiatan perkuliahan masing-masing.” ujar Rival Perwira.

Kedua pemimpin mahasiswa dua perguruan tinggi itu sama-sama berharap agar kedepan bisa terbangun hubungan yang lebih erat, bukan hanya antar presma perguruan tinggi di Banda Aceh saja tetapi seluruh perguruan tinggi di Propinsi Aceh.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut Ketua BEM Politeknik Kutaraja juga menyampaikan dalam waktu dekat pihaknya akan segera bergabung dengan BEM se-Indonesia (BEMI) yang dipimpin oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui Koordinator Wilayah Sumbagut. Karena itu Hasbi sangat mengharapkan adanya dukungan semua pihak. (*)

Politeknik Kutaraja Gelar Workshop Penulisan CV Bersama Praktisi

Nara Sumber workshop penulisan CV Qudus Husein sedang memaparkan materinya dihadapan peserta di Aula Politeknik Kutaraja, Sabtu, 22/6/2019 (foto/Dahlia)
Narasumber workshop penulisan CV Qudus Husein sedang memaparkan materi dihadapan peserta di Aula Politeknik Kutaraja, Sabtu, 22/6/2019 (foto/Dahlia)

BANDA ACEH — Membuat sebuah Curriculum Vitae (CV) yang menarik dan ‘menjual’ sangat penting untuk dipahami oleh siapapun mereka yang saat ini menjadi calon pencari kerja. Dengan menulis CV yang aplicable membuat perusahaan tertarik untuk memanggil interview.

Workshop ini dirasa sangat penting untuk membekali mahasiswa Politeknik Kutaraja dan seluruh peserta yang hadir. Karena melalui even ini mereka mendapatkan keterampilan membuat CV.

Acara yang dibuka oleh Direktur Politeknik Kutaraja, Supriyanto, SP.,M.Si bertempat di aula kampus setempat, Sabtu, 22/6/2019. Workshop ini dibawa oleh pembicara dan motivator Qudus Husein, SH.CH.CHT.L.NLP. sekaligus praktisi NLP.

Dihadapan peserta yang terdiri dari mahasiswa berbagai kampus di Banda Aceh dan para dosen, Husein Qudus mengatakan “menulis CV bukan hanya sekedar pelengkap lamaran kerja sebagaimana anggapan kebanyakan orang. Namun ia memiliki rumus tersendiri sehingga CV yang dibuat jadi lebih menarik siapapun yang membacanya.”

Curriculum vitae jika diibaratkan seperti kemasan sebuah produk. Melalui kemasan akan memberikan gambaran bagaimana isinya. Karena CV menggambarkan siapa mereka dan memperlihatkan background seseorang.

Ketua panitia workshop Himpunan Mahasiswa Prodi Analis Keuangan, Winta Fitrati dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Direktur Politeknik Kutaraja dan teristimewa untuk pemateri yang telah berkenan membagi pengalaman dan ilmunya hari ini bagi para peserta dan mahasiswa Politeknik Kutaraja. (*)