Politeknik Kutaraja Lakukan Tes Beasiswa Berprestasi, Ini Pesertanya

Peserta tes beasiswa berprestasi YPSIK Politeknik Kutaraja serius menjawab soal saat ujian berlangsung di Aula kampus setempat, Kamis, 11/7/2019 | dokpri

Pendidikan tinggi saat ini telah menjadi kebutuhan. Dan memilih perguruan tinggi yang tepat serta sesuai mesti menjadi pertimbangan utama adik-adik lulusan SMA. Demikian dikatakan oleh Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan Saiful Bahgia, SE.,M. Si. Ak.CA saat memberikan arahan bagi peserta tes beasiswa di Politeknik Kutaraja, Kamis, 11/7/2019.

Dalam rangka meningkatkan peran Politeknik Kutaraja dalam mendukung program pemerintah untuk mencerdaskan Sumber Daya Manusia (SDM), Politeknik Kutaraja membuka kesempatan bagi generasi Aceh lulusan SMA/MA/SMK sederajat untuk mendapatkan beasiswa dari Yayasan Pendidikan Sarana Ilmu Kutaraja (YPSIK).

Tes tulis beasiswa tersebut diikuti sebanyak 50 peserta dari berbagai daerah, diantaranya Banda Aceh, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Besar, Takengon dan Meulaboh. Secara rata-rata peserta memang lebih banyak dari luar Banda Aceh.

Peserta tes beasiswa berprestasi

Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Politeknik Kutaraja tahun akademik 2019/2020, Saiful Bahgia mengatakan tes yang dilangsungkan hari untuk menjaring sebanyak 20 orang penerima beasiswa berprestasi. Nanti setelah tes tulis, mereka yang mencapai passing grade akan masuk ke tahap berikutnya yaitu tes wawancara.

“Tes wawancara akan dilangsungkan pada Sabtu, 13/7/2019 pukul 09.00 di kampus setempat.” tutup Saiful. (*)

Doi Cantik yang Senang Kuliah di Perguruan Tinggi Vokasi

Hazratul Akmal mahasiswa Politeknik Kutaraja Program Studi Manajemen Keuangan Sektor Publik (MKSP)/foto Hazra

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) telah mengumumkan hasil SBMPTN 2019 di Gedung Kemenristekdikti, Jakarta (9/7/2019).

Jumlah peserta yang dinyatakan lulus seleksi pada 85 perguruan tinggi negeri (PTN) se-Indonesia sebanyak 168.742 peserta termasuk Universitas Syiah Kuala. Jumlah tersebut merupakan hasil seleksi dari pendaftar SBMPTN 2019 sebanyak 714.652 peserta.

“Pengalaman itu pernah saya alami” tutur gadis cantik asal Meulaboh yang kini tercatat sebagai mahasiswi Politeknik Kutaraja Banda Aceh. Doi manis yang memiliki nama Hazratul Akmal lalu membagi kisah dan pengalamannya ketika ikut SBMPTN tahun lalu.

Menurut Hazra begitu sering dipanggil, memang rata-rata siswa di Aceh mungkin juga daerah lain prioritas memilih Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan memilih program studi atau jurusan bergengsi, walau kadang tidak sesuai dengan kemampuan yang ada. Dan itu tidak salah.

“Tetapi bagaimana jika tidak lulus? Kecewa pasti. Namun kita tidak boleh lama-lama larut dalam kekecewaan itu. Kita mesti segera bangkit” kata Hazra. Toh masih banyak Perguruan Tinggi Swasta yang juga tak kalah bergengsi dengan PTN.

Berikut wawancara kami dengan Hazratul Akmal tentang pendidikan vokasi dan pendapat dia tentang Politeknik Kutaraja.

Apa pendapat kamu tentang pendidikan vokasi?

Pendidikan vokasi merupakan pendidikan tinggi yang ditujukan untuk kepentingan praktis dimulai dari D-I, D-II, D-III, Sarjana Terapan, Magister Terapan dan Doktor Terapan yang berfungsi mengembangkan peserta didik agar memiliki pekerjaan keahlian terapan tertentu melalui program vokasi dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Pendidikan vokasi merupakan pendidikan yang mengarahkan mahasiswa untuk mengembangkan keahlian terapan, beradaptasi pada bidang pekerjaan tertentu dan dapat menciptakan peluang kerja.

Apa pendapat kamu tentang Politeknik Kutaraja?

Menurut saya, kampus Politeknik Kutaraja merupakan solusi tepat bagi calon mahasiswa yang ingin bekerja sekaligus belajar berkarir, karena di Politeknik Kutaraja kita bisa belajar teori dan pengaplikasian teori ke lapangan, seperti yang kita ketahui bahwa di Era Globalisasi saat ini sangat di butuhkan Softskill bagi Fresh Graduate kedepannya, maka dari itu Ayo kuliah di Politeknik Kutaraja.

Mengapa memilih kuliah di Politeknik Kutaraja? Apa alasannya?

Alasan saya berkuliah di Politeknik Kutaraja adalah fasilitas yang memadai, mahasiswanya aktif dan kreatif dan juga visi misi kampus lebih jelas dan terarah, yaitu salah satunya membentuk karakter mahasiswa agar menjadi fresh graduate yang di nanti berguna bagi masyarakat, instansi, perusahaan dan dunia kerja lainnya kedepan.

Mengapa pilih prodi MKSP?

Karena saya ingin lebih dalam memahami ilmu bagaimana cara mengelola keuangan dengan baik, tidak hanya keuangan, banyak hal yang bisa dikelola dengan baik dengan mempelajarinya ilmu manajemen.

Bagaimana suasana kuliah di Politeknik Kutaraja?

Suasananya nyaman, adem, sejuk, bersih, dosennya ramah dan sangat mendukung kegiatan mahasiswa dan mahasiswanya juga aktif.

Biaya kuliah mahal nggak?

Masih terjangkau, sesuai dengan fasilitas yang di dapat.

Apa kata orang tua kamu saat mau masuk ke politeknik kutaraja?

Orang tua saya senang sekali dan berharap dengan berkuliah di Politeknik Kutaraja saya bisa menjadi generasi yang aktif, berprestasi dan menjadi kebanggaan bagi keluarga,dan juga bagi Politeknik Kutaraja

Kamu memperoleh apa saja sejak kuliah di Politeknik Kutaraja?

Banyak sekali Ilmu-ilmu yang baru saya peroleh, dunia baru, relasi baru dan tentunya prestasi-prestasi yg saya raih saat saya kuliah di politeknik Kutaraja, tentunya dengan dukungan dari Politeknik Kutaraja.

Apa harapan kamu setelah tamat kuliah?

Saya ingin berkarir dan mengaplikasikan ilmu saya selama berkuliah di Politeknik Kutaraja, kemudian juga bersedia untuk suatu saat kembali ke dunia kampus sebagai Alumni yang pernah mengecap studi di kampus serta berbagi kepada mahasiswa-mahasiswa baru nantinya.

Apa saran dan harapan kamu untuk Politeknik Kutaraja?

Saran saya dari segi biaya perkuliahan agar lebih memberikan keringanan dan fasilitas lebih bagi mahasiswa kurang mampu dan mahasiswa berprestasi agar bisa menunjang prestasi untuk peningkatan SDM dan juga kampus sendiri serta terus tingkatkan kredibilitas kampus agar menjadi favorit dan pilihan utama bagi mahasiswa yang ingin belajar sekaligus mengasah diri demi dunia kerja kedepannya.[]

Editor: Hamdani

Perjuangan Fini Inka Sari Mendapatkan Beasiswa Politeknik Kutaraja

Fini Inka Sari mahasiswa Politeknik Kutaraja Prodi Administrasi Perkantoran (Dokpri)

Perkenalkan namaku Fini Inka Sari biasa di panggil Fini. Aku lahir di Medan pada 09 Mei 2000. Keseharianku adalah mahasiswi di Politeknik Kutaraja Banda Aceh. Iya aku sendiri saat ini tinggal di Banda Aceh karena ayah dan umi ku menetap di sini, sebelumnya kami tinggal di Medan, sehabis Tsunami 2004 kami pindah ke dan menetap di Banda Aceh.

Berbicara tentang perkuliahanku, jujur aku bukanlah berasal dari keluarga kaya tapi keluarga yang berkecukupan. Apa yang ku mau harus ku cari sendiri, tidak bisa berharap banyak pada kedua orang tuaku. Dalam keluarga, aku anak ke-2 dari 4 bersaudara, adik ku 3, abang ku 1, dan akulah satu-satunya cewek. Karena anak perempuan tunggal, aku adalah Umi setelah Umi ku..hehehe…

Cita-citaku dari dulu ingin menjadi seorang Polwan, alasan ku karena sehabis tamat SMA aku ingin mendapatkan kerja dan bisa membantu kedua orang tuaku. Namun takdir berkata lain. Karena badanku tidak tinggi-tinggi amat alias pendek, aku tidak lulus sewaktu tes itu .. eehmm merasa sedih ya pasti.

Namun aku percaya semua ini ada hikmahnya karena Allah tahu apa yang aku butuhkan, bukan apa yang aku inginkan. Dan hari itu juga aku memutuskan untuk mencari pekerjaan lain. Aku ingin berkuliah namun ekonomi keluargaku sangat krisis, buat makan aja pas-pasan. Belum lagi kebutuhan buat adik-adikku, dan tidak mungkin aku mendahulukan kepentinganku dan mereka tidak bersekolah karena ku!

Iyaa! Akupun bekerja, namun ini bukanlah kali pertama aku bekerja, sebelumnya sewaktu SMA aku sudah kerja sebagai karyawan katering di tempat guruku, namun itu bukanlah kerja tetap, kapan ada pesanan, kapan dipanggil aku datang. Aku juga pernah kerja di-laudry dekat rumah ku. Waktu itu sepulang dari sekolah aku langsung ke laundry untuk mencari uang saku (jajan) untuk esok harinya. Aktivitas itu setiap hari aku lakukan.

Semasa sekolah di SMP aku juga pernah bekerja sebagai karyawan di tempat wisata Kuta Malaka Samahani. Ya kerjaan ini bukanlah orang tuaku suruh namun kemauan dari diriku sendiri. Aku suka mencari uang karena itu membuatku lebih menghargai uang dan aku bangga pada diriku. Ya setidaknya walaupun tidak banyak namun aku bisa sedikit membantu orang tuaku.

Terakhir aku pernah kerja di salah satu rumah makan yang menjual Mie Pangsit di daerah Peunayong. Lumayan dekat dari rumahku, di sana aku bekerja cuma sehari karena sebelumnya aku sedang mengikuti beasiswa. Informasi beasiswa ini aku dapatkan dari guruku yang bernama Ibu Eltah. Dia adalah guru MP Kimia aku. sekarang juga kerja di rumah guruku ini sebagai juru gosok baju di rumahnya. Sebulan sekali aku mendapatkan gaji darinya. Iya lumayan uangnya bisa buat jajan kasih Umi sikit, ayahku sikit, selebihnya celengan yang menerimanya …:).

Tidak menunggu waktu lama aku pun mengikutu tes beasiswa tersebut. Kali pertama aku mengikuti tes Minat bakat di Politeknik Kutaraja, tujuannya agar aku tahu bakatku sebenarnya dibidang apa. Tes kedua yaitu tes beasiswa.

Saat tes wawancaranya di hari Senin pagi yang cerah itu aku bergegas pergi kampus Politeknik Kutaraja, dan masih teringat di pikiran aku memakai baju yang bewarna maron, itu adalah warna kesukaaan ku. Tidak menunggu waktu lama sesampai di sana namaku pun dipanggil untuk segera menuju ke suatu ruangan tempat wawancara dilaksanakan. Aku di wawancara di situ dan aku merasa takut, grogi, panas dingin.

Setiap langkah ku menuju ke ruangan itu aku penuh percaya diri diiringi dengan Bismillah. Masih teringat di pikiranku di dalam ruangan itu ada 5 (lima) orang bapak-bapak dan 1(satu) org ibu yang aku tidak tahu siapa mereka sebelumnya. Ternyata mereka itu adalah dosenku sekarang. Yaaa ampunnnn di situ ada pak Ham, Pak Is, Pak Saiful, Pak Ijal dan Bu Lia, mereka banyak bertanya tentangku dan sebisa ku menjawab pertanyaan-pertanyaan itu.

Seminggu kemudian di hari Senin, seperti biasa aku orang yang banyak waktu namun tidak punya uang biasa di sebut dengan pengangguran. Pada pagi hari aku selagi membantu Umi ku membersihkan rumah masuk pesan lewat HP ku yang isi pesan itu ” Selamat Fini Inka Sari kamu mendapatkan Beasiswa 100% dari Politeknik Kutaraja.”

Wooww…..jujur aku merasa bingung membaca pesan itu yang terlintas di pikiranku itu hanyalah sebuah candaan semata, namun ku berpikir lagi, tidak ada yang nggak mungkin. Disitu aku mencubit tanganku ternyata sakit sekiraku aku sedang bermimpi, ternyata tidak :).

ini adalah salah satu kabar gembira buat kedua orang tuaku. Pada saat itu seperti akulah satu-satunya orang yang paling bahagia di jagat raya ini hahahah…!!!

Ke esokan harinya aku memberi tahu kepada guruku dan aku mengucapkan ribuan trimakasih. Alhamdulillah sampai sekarang uang SPP aku tidak pernah membayarnya. Beasiswa ku ini ternyata dari yayasan. Di karenakan aku mendapatkan kuliah gratis kerja ku di Mie Pangsit terpaksa aku tinggalkan karena pemiliknya tersebut tdk mau mempunyai karyawan yng berkuliah dan aku pun meminta maaf kepadanya karena cuma bisa sehari bekerja.

Hari pertama kuliahku yang tidak disangka-sangka ini, aku bertemu dengan teman-teman baru yang kebanyaka berasal dari luar daerah. Mereka baik-baik, begitu juga dengan dosen-dosenku di Politeknik Kutaraja yang ramah, sungguh baik hati. Sungguh aku tidak nyesal kuliah di sini, aku kuliah di sini mengambil jurusan Administrasi Perkantoran (ADP).

Jujur bagian perkantoran sebelumnya tidak pernah terlintas dipikiranku. Menurutku ini terlalu feminim buatku, aku suka yang kemiliteran yang penuh dengan tantangan. Cita-citaku saja sebagai Polwan, KOWAD dan Satpol PP, hehehe. Mangka dari itu sewaktu di SMA aku sering mengikuti perlombaan di bagian Kepramukaan, bela negara karena itu menantang bagiku.

Namun takdir berkata lain apa yang aku inginkan tidak tercapai. Tapi aku percaya bagian rezeki, maut, jodoh sudah ada yang ngatur. Ini pasti yang terbaik untukku. Bismillah berusaha dan berdoa aku yakin pasti bisa, yang aku impikan tamatku dari kuliah ini aku ingin mempunyai rumah atas Namaku, hanya itu saja. Karena kmi sekarang masih nomaden atau berpindah-pindah tempat…hehehe.

Pesanku buat teman-teman, sesibuk apapun kamu janganlah pernah meninggalkan sholat karena sholat kita untuk berdoa. Dan tidak ada doa yang tidak dikabulkan, tunggu saja suatu keajaiban akan datang kepadamu tepat pada waktunya dan yang penting terus berusaha.[]

Editor: Hamdani

Orang Sukses Vs Orang Gagal

Mahasiswa Prodi MKSP Politeknik Kutaraja foto bersama Illiza Sa’aduddin Djamal (Dok. Himapro-MKSP)

Oleh: Gebrina Adzkia*

Semua orang pasti ingin sukses dalam hidupnya, baik suskes dalam dunia pekerjaan, pencintaan, dan kehidupan lainnya. Tapi mengapa sih tidak semua orang bisa mencapai kesuksesan itu? Apa sih yang membedakan orang-orang yang suskes dan orang-orang yang gagal dalam mencapai tujuan mereka?

Saya ingin berbagi sedikit tentang hal tersebut berdasarkan cerita dari orang-orang suskes yang pernah saya baca tentang riwayat hidup mereka meskipun saya sendiri saat ini sedang berusaha untuk mencapai kesuksesan pula.

Di kesempatan kali ini saya akan membagikan 3 (tiga) hal saja apa yang menjadi pembeda antara orang sukses dan orang gagal tersebut. Walau sebenarnya masih banyak lagi yang membedakan orang-orang sukses dan orang-orang gagal.

Pertama
Orang-orang sukses selalu mencari jawaban atas permasalahan-permasalahan yang mereka hadapi. Bagaimanapun masalah yang dihadapi, seberat apapun itu mereka selalu berhasil menemukan solusinya. Mereka memiliki pikiran yang unik dan kreatif untuk menyelesaikan permasalahannya.

Sedangkan orang-orang yang gagal, jangankan mencari solusi untuk permasalahan yang ada, mereka malah merupakan bagian dari penyebab masalah itu sendiri.

Kedua
Orang-orang yang suskes tidak pernah mau berhenti belajar dan selalu mau menerima hal-hal baru. Misalnya tentang satu cara baru, ide baru, dan pengetahuan baru.

Sedangkan orang-orang gagal suka berpikir mereka lebih pintar dari orang lain dan tidak suka menerima opini orang lain karena mereka yakin merekalah yang paling benar. Pemikiran seperti inilah yang membuat mereka tidak bisa berkembang dan cenderung memiliki cara pandang yang sempit.

Ketiga
Orang-orang yang sukses tidak hanya menganggap masalah-masalah yang ada merupakan hal yang negatif tapi mereka melihat juga dari sisi yang positif dan dapat mencari peluang dari masalah yang ada.

Mereka selalu belajar dari permasalahan yang ada agar kedepannya dapat menjadi lebih baik. Seburuk apapun masalah yang mereka hadapi, mereka tidak akan pernah terpuruk dalam waktu yang lama karena mereka tahu terpuruk tidak dapat menyelesaikan masalah apa-apa.

Lain halnya dengan orang-orang gagal, mereka hanya bisa melihat masalah-masalah dengan pandangan yang negatifnya saja. Mereka tidak dapat melihat hal positif yang dapat diambil.

Sebagai penutup saya ingin menulis sebuah kutipan yang sangat menginspirasi saya yaitu “semua impian dapat menjadi nyata jika kita memiliki keberanian besar untuk mengejar impian itu”, Walt Disney.

Jadi sebagaimana kutipan tersebut. Jadilah orang yang berani dan pantang menyerah dalam mengejar setiap impian kamu hingga ia benar-benar menjadi nyata dan hanya dirimulah saja yang dapat mewujudkan mimpimu, tentu saja diiringi doa dan memohon bantuan Allah Subhanahu Wata’aala.[]

Editor: Hamdani

*) Mahasiswa Prodi MKSP Politeknik Kutaraja Banda Aceh.

Ikuti Konferensi Internasional ICASI di Politeknik Kutaraja, Ini Jadwalnya

Flayer Konferensi ICASI Ke-2/ist

Dalam waktu dekat Politeknik Kutaraja Banda Aceh akan mengadakan sebuah even ilmiah internasional atau Internasional Conference on Advance and Scientific Innovation (ICASI) ke-2 yang dijadwalkan akan berlangsung pada Rabu-Kamis, 18-19 Juli 2019.

Konferensi internasional ilmiah dilaksanakan sebagai upaya pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan akan fokus pada inovasi dan isu-isu ekonomi global.

ICASI menghadirkan 4 (empat) pembicara kunci untuk membawakan makalah mereka, DR. Hasliza A. Rahim dari Universiti Malaysia Perlis, DR. Naimah BT MD Khalil dari Politeknik Azlan Shah Perak Malaysia, Prof. Eon Yong Kim, Hanyang University South Korea, dan Dr. Mahriyuni, Univertas Negeri Medan, sekretaris LLDikti Wilayah I Sumatera Utara.

Even ini terbuka bagi semua kalangan teutama bagi dosen, mahasiwa, dan profesional. Mereka hanya perlu mengirimkan artikel ilmiah atau bisa menjadi peserta saja.

Direktur Politeknik Kutaraja, Supriyanto, SP.,M.Si, selaku penanggung jawab kegiatan berharap konferensi internasional ini akan berdampak positif bagi Aceh. Karena pembicara dan pesertanya dari negara lain seperti Malaysia, Korea, dan peserta dosmestik.

“Even ini bukan hanya untuk atau bersifat tradisi ilmiah saja namun kita berupaya sekaligus mendatangkan orang-orang dari negara lain untuk berkunjung ke Aceh. Ini tentunya akan menambah devisa, apalagi bila mereka menikmati tempat-tempat wisata. Maka akan menjadi promosi bagi daerah ini.” jelas Supriyanto.

Ini merupakan kegiatan ICASI yang kedua. Sebelumnya konferensi Internasional yang pertama diadakan di Medan pada tahun lalu dan diikuti hampir 200 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera, Jawa, dan luar negeri. (*)