Politeknik Kutaraja Lakukan Tes Beasiswa Berprestasi, Ini Pesertanya

Peserta tes beasiswa berprestasi YPSIK Politeknik Kutaraja serius menjawab soal saat ujian berlangsung di Aula kampus setempat, Kamis, 11/7/2019 | dokpri

Pendidikan tinggi saat ini telah menjadi kebutuhan. Dan memilih perguruan tinggi yang tepat serta sesuai mesti menjadi pertimbangan utama adik-adik lulusan SMA. Demikian dikatakan oleh Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan Saiful Bahgia, SE.,M. Si. Ak.CA saat memberikan arahan bagi peserta tes beasiswa di Politeknik Kutaraja, Kamis, 11/7/2019.

Dalam rangka meningkatkan peran Politeknik Kutaraja dalam mendukung program pemerintah untuk mencerdaskan Sumber Daya Manusia (SDM), Politeknik Kutaraja membuka kesempatan bagi generasi Aceh lulusan SMA/MA/SMK sederajat untuk mendapatkan beasiswa dari Yayasan Pendidikan Sarana Ilmu Kutaraja (YPSIK).

Tes tulis beasiswa tersebut diikuti sebanyak 50 peserta dari berbagai daerah, diantaranya Banda Aceh, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Besar, Takengon dan Meulaboh. Secara rata-rata peserta memang lebih banyak dari luar Banda Aceh.

Peserta tes beasiswa berprestasi

Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Politeknik Kutaraja tahun akademik 2019/2020, Saiful Bahgia mengatakan tes yang dilangsungkan hari untuk menjaring sebanyak 20 orang penerima beasiswa berprestasi. Nanti setelah tes tulis, mereka yang mencapai passing grade akan masuk ke tahap berikutnya yaitu tes wawancara.

“Tes wawancara akan dilangsungkan pada Sabtu, 13/7/2019 pukul 09.00 di kampus setempat.” tutup Saiful. (*)

Dosen Politeknik Kutaraja Ikuti Pelatihan IAPS Versi 4.0

Dosen Politeknik Kutaraja foto bersama dengan narasumber usai mengikuti pelatihan (foto/Mirnawati)

BANDA ACEH | Dalam rangka meningkatkan standar mutu program studi. Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi atau BAN-PT, telah meluncurkan instrumen baru untuk akreditasi program studi perguran tinggi. Instrumen baru tersebut berbasis outcome dan output yang kemudian dinamankan IAPS 4.0, atau Instrumen Akreditasi Program Studi 4.0.

Pengembangan instrumen ini di dasari atas Permenristekdikti No. 32 Tahun 2016 sehingga pengembangan IAPS terus dilanjutkan dengan terus memanfaatkan peran teknologi.

Guna memperkuat perguruan tinggi dan program studi yang ada di lingkungan kerja Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) XIII Aceh untuk mengadopsi instrumen baru tersebut. LLDIKTI XIII Aceh melakukan Pelatihan IAPS Versi 4.0 bagi 21 perguruan tinggi yang ada di Propinsi Aceh yang dilaksanakan di aula STIKes Muhammadiyah Aceh, Jumat, 28/6/2019.

Kepala LLDIKTI XIII Aceh yang diwakili oleh Kepala Bagian Akademik, Kemahasiswaan dan Sumber Daya Muhammad Najib saat membuka pelatihan mengatakan jika pihaknya sangat berharap jumlah program studi dan perguruan tinggi yang ada di Aceh dapat memperoleh akreditasi minimal B dapat lebih meningkat dari sebelumnya.

“Perubahan borang akreditasi program studi dari sebelumnya menjadi instrumen akreditasi program studi diharapkan semakin banyak perguruan tinggi swasta terutama mendapatkan nilai akreditasi yang lebih bagus yakni dari kategori ‘Baik’ ke ‘Sangat Baik’ dan ke ‘Unggul'” kata Muhammad Najib, M.Pd.

Jumlah program studi yang terakreditasi B di lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL-Dikti) Wilayah XIII terus meningkat pesat sejak tahun 2015. Bila pada tahun 2015 hanya 32 prodi di lingkungan Kopertis XIII yang terakreditasi B, tahun 2018 meningkat jadi 134 prodi.

Dengan pemateri yang juga assesor berpengalaman menjadikan Pelatihan IAPS Versi 4.0 ini jadi lebih menarik. Prof. Dr. Zulkifli Dahlan dari Universitas Sriwijaya membawakan materi Instrumen Akreditasi, Laporan Kinerja Program Studi (LKPS), sedangkan Prof. Dr. Marwan, ST.,MT. dari Unsyiah menjelaskan tentang materi Laporan Evaluasi Diri (LED).

Zulkfifli Dahlan menjelaskan mengapa Instrumen Akreditasi (IA) harus di update? Menurutnya sekurang-kurangnya ada tiga alasan yaitu karena out of update, artinya IA diperbaharui, lalu adanya shifting paradigm, dan terakhir karena adanya kelemahan penilaian.

Dosen Politeknik Kutaraja yang diikutkan dalam pelatihan ini mewakili masing-masing program studi yang ada. Prodi MKSP, Hamdani, prodi Analis Keuangan, Agustina, Prodi Administrasi Perkantoran, Mirnawati, dan Prodi Akuntansi, Azlina. (*)

Beasiswa Bidikmisi, Mengantarkan Siswa Yatim Ini Menikmati Pendidikan Tinggi

Ajrul Amilin mahasiswa Program Studi Manajemen Keuangan Sektor Publik (MSKP) penerima Beasiswa Bidikmisi tahun 2018 | Foto: dok. Ajrul Amilin

BANDA ACEH — Saat ini pendidikan tinggi bukan lagi termasuk kebutuhan mewah. Melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau sering disebut kuliah kini telah menjadi kebutuhan dasar generasi yang hidup di era modern.

Tanpa melanjutkan kuliah, maka kesempatan mendapatkan peluang kerja sangat kecil, atau jika bekerja pun hanya pada posisi bawah dengan gaji standar.

Meskipun kuliah bukanlah satu-satunya bertujuan untuk mendapatkan pekerjaan yang wah dengan gaji besar dan fasilitas mewah. Namun tanpa kuliah kesempatan mendapatkan ilmu pengetahuan yang lebih tinggi dan luas pun tidak kita peroleh.

Dengan demikian kuliah di perguruan tinggi menjadi sangat penting, apakah bertujuan untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan keterampilan maupun guna mempersiapkan diri memasuki dunia kerja sebagai sumber daya manusia yang berkualitas.

Namun bagaimana bila tidak mampu secara ekonomi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi karena terkendala oleh biaya? Sebagaimana kita tahu biaya kuliah saat ini begitu mahal, belum lagi ditambah dengan biaya hidup jika kuliah di luar daerah atau luar negeri.

Itulah berbagai pertanyaan yang dulu kerap muncul di benak Ajrul Amilin ketika itu ia masih bersekolah di SMAN 12 Banda Aceh. Kegalauan Ajrul, begitu kawan-kawannya memanggil, sangat beralasan karena ia menyadari bagaimana ekonomi orang ibunya, terutama paska ditinggal Ayah yang meninggal karena tsunami 2004 silam.

Ajrul merupakan anak yatim yang ibunya berprofesi sebagai petani penggarap di sebuah desa di kawasan Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, tergolong keluarga miskin dan hidup sederhana. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari bahkan harus dibantu oleh anak-anaknya termasuk Ajrul yang ikut mencari pendapatan tambahan bagi ekonomi keluarga.

Ajrul Amilin bersama Ibu dan kakaknya di rumah mereka di kawasan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar | Foto: dok. Ajrul Amilin

Sehingga waktu itu Ajrul sudah memutuskan tidak melanjutkan kuliah setamat di SMAN 12 Banda Aceh meskipun dalam hatinya sangat ingin mengecap pendidikan di bangku kuliah. Mengingat kemampuan orang tuanya yang sangat terbatas.

Namun siapa sangka ternyata nasib bisa berbeda karena takdir. Rasa pesimis yang pernah dimiliki oleh Ajrul, Allah gantikan dengan kebahagiaan. Mungkin itulah hikmah atau berkah yang ia peroleh karena selama ini ia selalu berbakti kepada kedua orang tuanya.

Doi yang akan berulang tahun pada bulan Juli ini merasa sangat bersyukur karena ia diberi kesempatan oleh pemerintah untuk mendapatkan program Beasiswa Bidikmisi tahun 2018, sehingga sekarang ia telah tercatat sebagai mahasiswa Politeknik Kutaraja Banda Aceh.

“Alhamdulillah bersyukur, ahamdulillah dengan Bidikmisi sampai di usia sekarang masih bisa merasakan pendidikan menjadi seorang mahasiswa. Tidak harus memikirkan kerja full time untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Walau Bidikmisi sendiri tidak bisa dikatakan cukup untuk memenuhi kebutuhan, namun sudah sangat membantu.” terang Ajrul kepada penulis.

Di Politeknik Kutaraja Ajrul memilih Program Studi Manajemen Keuangan Sektor Publik (MKSP) jenjang Diploma 4 (D4) atau setara S1. Di prodi tersebut Ajrul belajar tentang pengetahuan manajemen keuangan dan keterampilan mengelola keuangan organisasi/lembaga publik.

Foto bersama tim Politeknik Kutaraja saat mengikuti even Kemenristek Dikti | Foto: Saiful Bahgia

Ia mengaku sangat tertarik dan senang mempelajari tentang manajemen. Menurut cowok yang aktif pada kegiatan Kepramukaan ini, ” manajemen sangat penting untuk kita pelajari, sebab tidak ada organisasi manapun yang tidak menerapkan fungsi manajeman dalam kegiatannya.” kata Ajrul.

Itulah alasan mengapa kini ia semakin bertekad untuk menyelesaikan pendidikan secepat mungkin agar ilmu yang dipelajarinya dapat segera ia aplikasikan pada tempat kerjanya nanti.

Lebih lanjut Ajrul menceritakan, bantuan pendidikan yang diterimanya ia kelola dengan sebaik-baiknya untuk keperluan kuliah. Namun sebagian besar uang tersebut ia gunakan untuk biaya transportasi menuju kampus.

“Beasiswa Bidikmisi untuk kebutuhan kuliah. Sebagian besar saya gunakan untuk transportasi. Karena kampus sendiri berjarak lebih kurang 17 km. selebihnya untuk serba serbi lainnya, seperti beli buku, foto kopi bahan kuliah dan sedikit buat jajan.” Ajrul merincikan.

Dibidang prestasi akademik, Ajrul tergolong mahasiswa yang cerdas dan berprestasi. Buktinya ia memiliki Indeks Prestasi (IP) 3,7 pada semester lalu, dan ia target semester depan dapat lebih meningkat.

Tim debat NUDC Politeknik Kutaraja (dokpri)

Ajrul juga tergolong aktif dalam kegiatan-kegiatan kemahasiswaan dikampusnya. Ia kini dipercayakan sebagai wakil ketua BEM Politeknik Kutaraja sekaligus sebagai salah satu Pengurus Himpunan Mahasiswa Program Studi MKSP (Himapro-MKSP).

Melalui organisasi kemahasiswaan Ajrul dan kawan-kawan sering mengadakan seminar-seminar di kampus dan mengikuti berbagai even perlombaan yang diadakan oleh Kemenristek Dikti dan LLDIKTI 13 Wilayah Aceh.

Sebelum Ajrul mengakhiri pembicaraannya dengan penulis. Ia pun menyarankan beberapa ide, mungkin harapanlah, bisa dikatakan begitu. Ajrul berharap agar pemerintah dapat menambah kuota penerima Beasiswa Bidikmisi lebih banyak lagi untuk calon-calon mahasiswa Politeknik Kutaraja.

Keceriaan bersama teman-teman di sela-sela kegiatan kuliah di Kampus Politeknik Kutaraja (dokpri)

Sehingga semakin banyak kesempatan yang diperoleh oleh anak-anak keluarga tidak mampu lainnya menempuh pendidikan tinggi.

Ketika ditanya apa harapan Ajrul setelah tamat kuliah nanti? Ia mengatakan “harapannya supaya lebih bisa mandiri dan bisa bertanggung jawab penuh terhadap keluarga. Selain itu bisa membuka usaha dan menciptakan lapangan kerja walau hanya kecil supaya bisa membantu orang sekitar.” tutup Ajrul.

Tidak hanya Ajrul yang berharap seperti itu. Muhammad Farhansyah Putra pun yang juga sebagai mahasiswa penerima Beasiswa Bidikmisi tahun 2018, dan kini duduk di Prodi D3 Akuntansi Politeknik Kutaraja senada dengan kawan seangkatannya tersebut.

Dan akhirnya mereka mengucapkan terima kasih banyak kepada Yayasan Pendidikan Sarana Ilmu Kutaraja (YPSIK), Politeknik Kutaraja dan LLDIKTI 13 Aceh yang telah memfasilitasi dirinya memperoleh beasiswa Bidikmisi dari Pemerintah, dan ia berjanji akan selalu menjaga amanah ini dengan baik serta bertanggung jawab.(*)

Penulis: Hamdani, SE.,M.Si (Ketua Program Studi MKSP) 

BEM Politeknik Kutaraja dan Unsyiah Jalin Kerja Sama

Ketua BEM Politeknik Kutaraja bersama rekan sejawatnya Presiden Mahasiswa Unsyiah Banda Aceh sedang beramah tamah, Sabtu, 22/6/2019 (Foto/Hasbi)

BANDA ACEH — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Kutaraja Banda Aceh secara informal sedang menjajaki peluang kerja sama dengan BEM Universitas Syiah Kuala (BEM).

Melalui serangkaian pertemuan dilakukan oleh Ketua BEM Politeknik Kutaraja Hasbi dengan pihak-pihak terkait terutama pengurus inti BEM Unsyiah. Sehingga niat untuk bekerja sama tersebut kini telah terwujud.

“Alhamdulillah dalam diskusi yang hangat kita telah menjalin kerja sama dengan BEM Universitas Syiah Kuala, dibidang organisasi, kewirausahaan dan kegiatan lembaga lainnya. kita akan lakukan tindak lanjut dari pertemuan ini, dalam minggu ini kita akan berdiskusi secara formal dengan BEM Unsyiah.” kata Hasbi.

Pertemuan Presiden Mahasiswa (Presma) kedua perguruan tinggi di Aceh tersebut berlangsung dalam suasana santai sambil minum kopi di sebuah warung di Banda Aceh, Sabtu, 22/06/2019. Meskipun santai namun banyak hal mendasar yang mereka diskusikan.

“Hal yang paling mendasar yang kita bahas ialah mengenai krisis kepemimpinan mahasiswa dan lemahnya karakter mahasiswa, termasuk kita sebagai mahasiswa pemula, Insya Allah nanti kita akan diskusikan lebih jauh hal ini sama-sama.” tambah Hasbi.

Hadir dari BEM Unsyiah yaitu Presiden Mahasiswa Rival Perwira bersama Sekjend-nya Sumardi. “kami menyambut baik wacana dan niat kerja sama BEM Politeknik Kutaraja karena ini menjadi ajang untuk memperkuat ukhwah kemahasiswaan Aceh, apalagi saat ini mahasiswa kita seperti disibukkan oleh kegiatan perkuliahan masing-masing.” ujar Rival Perwira.

Kedua pemimpin mahasiswa dua perguruan tinggi itu sama-sama berharap agar kedepan bisa terbangun hubungan yang lebih erat, bukan hanya antar presma perguruan tinggi di Banda Aceh saja tetapi seluruh perguruan tinggi di Propinsi Aceh.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut Ketua BEM Politeknik Kutaraja juga menyampaikan dalam waktu dekat pihaknya akan segera bergabung dengan BEM se-Indonesia (BEMI) yang dipimpin oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui Koordinator Wilayah Sumbagut. Karena itu Hasbi sangat mengharapkan adanya dukungan semua pihak. (*)

Politeknik Kutaraja Gelar Workshop Penulisan CV Bersama Praktisi

Nara Sumber workshop penulisan CV Qudus Husein sedang memaparkan materinya dihadapan peserta di Aula Politeknik Kutaraja, Sabtu, 22/6/2019 (foto/Dahlia)
Narasumber workshop penulisan CV Qudus Husein sedang memaparkan materi dihadapan peserta di Aula Politeknik Kutaraja, Sabtu, 22/6/2019 (foto/Dahlia)

BANDA ACEH — Membuat sebuah Curriculum Vitae (CV) yang menarik dan ‘menjual’ sangat penting untuk dipahami oleh siapapun mereka yang saat ini menjadi calon pencari kerja. Dengan menulis CV yang aplicable membuat perusahaan tertarik untuk memanggil interview.

Workshop ini dirasa sangat penting untuk membekali mahasiswa Politeknik Kutaraja dan seluruh peserta yang hadir. Karena melalui even ini mereka mendapatkan keterampilan membuat CV.

Acara yang dibuka oleh Direktur Politeknik Kutaraja, Supriyanto, SP.,M.Si bertempat di aula kampus setempat, Sabtu, 22/6/2019. Workshop ini dibawa oleh pembicara dan motivator Qudus Husein, SH.CH.CHT.L.NLP. sekaligus praktisi NLP.

Dihadapan peserta yang terdiri dari mahasiswa berbagai kampus di Banda Aceh dan para dosen, Husein Qudus mengatakan “menulis CV bukan hanya sekedar pelengkap lamaran kerja sebagaimana anggapan kebanyakan orang. Namun ia memiliki rumus tersendiri sehingga CV yang dibuat jadi lebih menarik siapapun yang membacanya.”

Curriculum vitae jika diibaratkan seperti kemasan sebuah produk. Melalui kemasan akan memberikan gambaran bagaimana isinya. Karena CV menggambarkan siapa mereka dan memperlihatkan background seseorang.

Ketua panitia workshop Himpunan Mahasiswa Prodi Analis Keuangan, Winta Fitrati dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Direktur Politeknik Kutaraja dan teristimewa untuk pemateri yang telah berkenan membagi pengalaman dan ilmunya hari ini bagi para peserta dan mahasiswa Politeknik Kutaraja. (*)

Politeknik Kutaraja Kembali Menerima Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2019/2020

Poster Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Kutaraja

Meskipun tahun ajaran baru 2019/2020 belum dimulai. Namun Politeknik Kutaraja Banda Aceh sudah membuka masa penerimaan mahasiswa baru untuk angkatan kedua yang dimulai sejak bulan Februari 2019 sampai Oktober 2019 nantinya.

Dengan kampusnya yang terletak dijalan Syiah Kuala No 10 Jambo Tape tersebut, Politeknik Kutaraja membuka lebih cepat penerimaan mahasiswa baru agar masa rekrutmen calon mahasiswa ini jadi lebih panjang. Biasanya masa penerimaan mahasiswa baru akan berakhir pada bukan Oktober sesuai dengan batas akhir pelaporan ke Kemenristek Dikti.

Sebagai kampus swasta yang memiliki slogan Expert & Professional, Politeknik Kutaraja menawarkan sejumlah inovasi dalam kurikulumnya. Dengan kurikulum berbasis KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia) menjadikan Politeknik Kutaraja dapat menciptakan lulusan yang unggul.

Selain kurikulum yang dirancang untuk menciptakan lulusan yang berkualitas, kampus yang berciri khas uniform merah maron itu juga membekali mahasiswanya dengan standar kompetensi. Politeknik Kutaraja sangat menekankan agar lulusan memiliki keahlian khusus saat selesai kuliah nantinya.

Untuk mewujudkan visi tersebut, maka dalam proses belajar mengajar, Politeknik Kutaraja menerapkan dan memadukan kurikulum KKNI dengan SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) untuk menghasilkan lulusan yang siap bekerja.

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) adalah rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan/atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan.

Sehingga karena itulah menempuh pendidikan di Politeknik Kutaraja sama dengan akan mendapatkan skil atau keahlian yang dibutuhkan di dunia kerja. Sebab kenapa? Karena SKKNI merupakan kurikulum pelatihan kerja dan akademik.

Keunggulan kuliah di Politeknik Kutaraja adalah mahasiswa akan didik oleh para dosen, praktisi, dan instruktur yang berpengalaman dibidangnya. Dan semua sudah bergelar master pada usia relatif muda. Sehingga mahasiswa akan mendapatkan bukan hanya pengetahuan namun juga pengalaman.

Selain itu dengan akses kampus yang sangat mudah karena terletak ditengah-tengah kota. Membuat calon mahasiswa tertarik memilih menempuh pendidikan tinggi mereka di Politeknik Kutaraja. Karena dengan lingkungan yang mudah dijangkau dapat membuat pengeluaran mahasiswa jadi lebih irit.

Oleh karena itu, manajemen Politeknik Kutaraja sangat optimis bahwa keberadaan kampus vokasi ini akan dapat mendorong pendidikan anak-anak Aceh akan lebih baik dan maju. Sehingga akan melahirkan generasi muda yang lebih hebat, berkompeten, dan mampu berdaya saing.

Untuk membantu meringankan beban biaya pendidikan yang saat ini dirasakan begitu mahal, Yayasan Pendidikan Sarana Ilmu Kutaraja (YSPSIK) memberikan bantuan biaya pendidikan dalam bentuk beasiswa. Meskipun masih dalam jumlah terbatas namun cara ini sangat membantu ekonomi orang tua calon mahasiswa.

Jalur beasiswa YPSIK seperti tahun lalu dibuka melalui jalur tes khusus. Selain tes tulis juga dilakukan tes wawancara yang dilaksanakan oleh tim yang dibentuk oleh pihak yayasan dan manajemen Politeknik Kutaraja.

Buka Empat Program Studi

Saat ini Politeknik Kutaraja sudah memiliki empat program studi dengan jurusan-jurusan yang masih menjadi kebutuhan dunia kerja. Dari semua program studi tersebut memiliki jenjang yang berbeda.

Dua program studi jenjang diploma empat (D4) atau setara sarjana terapan dan dua program studi lagi jenjang diploma tiga (D3). Semua program studi tersebut adalah ilmu terapan.

Untuk program studi D4 ada Manajemen Keuangan Sektor Publik atau disingkat MKSP dan ada Analis Keuangan atau disingkat dengan ANK. Kedua program studi ini merupakan yang pertama di Indonesia. Bahkan tidak banyak perguruan tinggi yang membuka program studi tersebut meskipun permintaan lulusan pada sektor ini cukup tinggi.

Sedangkan untuk program studi D3, Politeknik Kutaraja mempunyai jurusan Akuntansi dan D3 Administrasi Perkantoran atau ADP. Walaupun program studi Akuntansi sudah banyak dibuka diberbagai perguruan tinggi namun untuk jenjang D3 hanya ada di Politeknik Kutaraja. Bahkan di Universitas Syiah Kuala (USK) D3 Akuntansi sudah tidak dibuka lagi sejak tahun ini.

Sehingga peluang bagi calon mahasiswa yang berminat untuk kuliah di D3 Akuntansi sangat besar. Dan yang paling penting adalah lowongan kerja lulusan D3 Akuntansi masih terbuka lebar. Bahkan jika kita lihat di media massa hampir setiap hari dibutuhkan tenaga kerja lulusan Akuntansi dan D3 Administrasi Perkantoran.

Bagi calon mahasiswa yang masih bingung memilih kuliah di perguruan tinggi mana, tentu sangat disarankan untuk mendaftar diri di Politeknik Kutaraja. Atau bisa juga berkonsultasi terlebih dahulu dengan tim PMB Politeknik Kutaraja untuk menghilangkan berbagai macam keraguan.

Soal biaya semua dapat dinegosiasikan. Karena di Politeknik Kutaraja tidak mengenal berbagai macam biaya. Dengan menerapkan sistim Uang Kuliah Terpadu (UKT), mahasiswa tidak perlu mengeluarkan biaya macam-macam. Bahkan di Politeknik Kutaraja memberikan seragam gratis bagi mahasiswanya.

Segera berkunjung kampus Politeknik Kutaraja setiap hari dan jam kerja untuk mendapatkan informasi lebih detil dan lengkap. Melalui tim marketing kami, Anda akan dilayani dengan baik, ramah, dan bersahabat. Atau dapat juga Anda berkomunikasi via WhatSapp dan email resmi Politeknik Kutaraja.

Atau Anda bisa juga berkunjung ke website Politeknik Kutaraja di www.poltekkutaraja.ac.id untuk mendapatkan informasi yang lebih up to date. Baik mengenai program studi, sarana prasarana kampus, akreditasi, profil perguruan tinggi dan lain-lain. (*)

Baca Ini Jika Tidak Ingin Menjadi Pengangguran

Sosialisasi pendidikan tinggi vokasi di SMAN 12 Banda Aceh, Kamis (24/1/2019)

Tingkat pengangguran di Aceh masih tergolong tinggi, bahkan tertinggi di Sumatera. Penyebab utama pengangguran karena banyak lulusan perguruan tinggi yang tidak memiliki keahlian dan keterampilan. Sehingga kesulitan dalam mendapatkan peluang kerja.

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah telah menetapkan pendidikan tinggi vokasi sebagai program prioritas. Dalam pendidikan vokasi, mahasiswa difokuskan pada penguasaan keahlian dan keterampilan sebagai lulusan yang siap bekerja dan bahkan mampu membuka lapangan kerja.

Politeknik Kutaraja merupakan lembaga pendidikan vokasi. Melalui pendidikan vokasi, Politeknik Kutaraja akan melahirkan sumber daya manusia yang memiliki skill, berintegritas, dan berkarakter dengan kurikulum yang berbasis KKNI dan SKKNI. Sehingga lulusan Politeknik Kutaraja akan mudah mendapatkan kerja karena kompetensinya sesuai dengan kebutuhan industri, perkantoran dan dunia kerja.

Memilih kuliah di Kampus Politeknik Kutaraja merupakan pilihan yang tepat di era revolusi industri 4.0, karena penyelenggaraan pendidikan dengan sistim teknologi informasi. Mulai dari pelayanan akademik sampai proses belajar mengajar menggunakan sarana ICT.

Selain itu tenaga pengajar, instruktur, dan dosen pun lebih banyak dari kalangan praktisi dan profesional muda yang sudah berpengalaman dibidangnya. Rata-rata mereka lulusan master baik dari dalam maupun luar negeri.

Segeralah bergabung di Politeknik Kutaraja dan dapatkan kesempatan untuk memperoleh beasiswa yang kami sediakan. Ada beasiswa Bidikmisi, beasiswa Pengembangan Prestasi Akademik (PPA) dari Kemenristek Dikti, beasiswa YPSIK. Serta program-program pengembangan karir kamu dimasa depan. Karena visi kami adalah menciptakan lulusan yang profesional, berjiwa wirasusaha, dan berdaya saing global.

Sebagai informasi tambahan, Politeknik Kutaraja saat ini sudah melakukan kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi dan politeknik yang ada di Malaysia, Korea, dan Indonesia. Itulah cara kami mewujudkan visi Politeknik Kutaraja menuju kampus go internasional. (*)

Bagaimana Melakukan Uji Asumsi Klasik Pada Model Regresi Linear?

Ilustrasi foto | pexels.com

Model regresi linear berganda atau multiple regresion (bukan linear sederhana) dapat disebut sebagai model yang baik jika model tersebut memenuhi kriteria Best Linear Unbiased Estimator (BLUE). BLUE dapat dicapai bila memenuhi asumsi klasik.

Sedikitnya terdapat 5 uji asumsi klasik yang harus dilakukan terhadap suatu model regresi linear tersebut yaitu; uji normalitas, uji autokorelasi, uji multikolinieritas, uji heteroskedastisitas, dan uji linieritas. Mari kita lihat satu persatu.

Uji normalitas

Cara yang sering digunakan dalam menentukan apakah suatu model berdistribusi normal atau tidak hanya dengan melihat pada histogram residual apakah memiliki bentuk seperti “lonceng” atau tidak.

Cara ini menjadi fatal karena pengambilan keputusan data berdistribusi normal atau tidak hanya berpatokan pada pengamatan gambar saja. Ada cara lain untuk menentukan data berdistribusi normal atau tidak dengan menggunakan rasio Skewnes dibagi dengan standar error Skewnes.

Sedangkan rasio kurtosis adalah nilai Kurtosis dibagi dengan standar Kurtosis. Sebagai pedoman, bila rasio Kurtosis dan Skewnes berada diantara -2 hingga 2, maka data adalah normal.

Uji autokorelasi

Pada uji ini ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mendeteksi ada tidaknya autokorelasi. Pertama; uji Durbin-Watson (DW test). Uji ini digunakan hanya untuk autokorelasi tingkat satu (level 1) atau first order autocorrelation dan mensyaratkan adanya intercept dalam model regresi dan tidak ada variabel lag di antara variabel penjelas.

Keputusan ada tidaknya autokorelasi apabila; nilai DW berada diantara du sampai dengan 4-du, maka koefesien autokorelasi sama dengan nol. Artinya tidak ada autokorelasi.

Apabila DW lebih kecil daripada du koefesien autokorelasi lebih besar daripada nol. Artinya ada autokorelasi positif. Bila nilai DW terletak diantara dL dan du maka tidak dapat disimpulkan.

Sedangkan bila nilai DW lebih besar daripada 4-du koefesien autokorelasi lebih besar daripada nol. Artinya ada autokorelasi negatif. Dan bila nilai DW terletak diantara 4-du dan 4-dl maka tidak dapat disimpulkan.
Dengan menggunakan derajat kepercayaan 5 persen maka model ini dapat ditentukan apakah memiliki autokorelasi atau tidak.

Uji multikolinieritas

Ada beberapa cara untuk melakukan uji multikolinieritas pada sebuah model. Diantaranya uji VIF dan Uji Korelasi. Uji VIF dilakukan hanya dengan melihat nilai VIF untuk masing-masing variabel lebih besar dari 10 atau tidak. Bila nilai VIF lebih besar dari 10 maka diindikasikan model tersebut memiliki gejala multikolinieritas.

Cara lainnya adalah dengan melakukan uji partial correlation. Cara ini adalah dengan melihat keeratan hubungan antara dua variabel penjelas atau yang lebih dikenal dengan istilah korelasi.

Untuk menentukan apakah hubungan antara dua variabel bebas memiliki masalah multikolinieritas adalah dengan melihat nilai signifikan (2-tailed), jika nilainya lebih kecil dari 0,05 (a=5%) maka diindikasikan memiliki gejala multikolinieritas yang serius.

Uji heteroskedastisitas

Untuk uji heteroskedastisitas, seperti halnya uji normalitas, cara yang sering digunakan dalam menentukan apakah suatu model terbebas dari masalah heteroskedastisitas atau tidak hanya dengan melihat pada Scatter Plot dan dilihat apakah residual memiliki pola tertentu atau tidak.

Cara ini menjadi fatal karena pengambilan keputusan apakah suatu model terbebas dari masalah multikolinieritas atau tidak hanya berpatokan pada pengamatan gambar saja tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Banyak metode statistik yang dapat digunakan untuk menentukan apakah suatu model terbebas dari masalah heteroskedastisitas atau tidak, seperti misalnya uji white, uji park, uji glejser, dan lain-lain.

Uji linearitas

Uji linearitas bertujuan untuk mengetahui apakah dua variabel mempunyai hubungan yang linear atau tidak secara signifikan. Uji ini biasanya sebagai prasyarat dalam analisis korelasi atau regresi linear.
Demikian sedikit tentang ulasan bagaimana melakukan uji asumsi klasik dalam model regresi linear. Semoga ada manfaatnya.(*)

Dosen Politeknik Kutaraja Mengikuti Workshop Penulisan Jurnal Ilmiah

Dosen Politeknik Kutaraja, Aceh mengikuti kegiatan penulisan karya tulis ilmiah yang diadakan di kampus setempat, Sabtu (1/12/2018)

Sebagai sebuah perguruan tinggi (PT), Politeknik Kutaraja diwajibkan oleh Undang-undang untuk melakukan tri dharma perguruan tinggi. Tiga kegiatan utama tri dharma PT yaitu; pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat. Ketiga hal tersebut tidak bisa terlepas dari kehidupan perguruan tinggi dan sivitas akademika.

Dalam rangka untuk meningkatkan literasi ilmiah bagi dosen, di kampus setempat, hari ini (Sabtu, 1/12/2018) diadakan kegiatan workshop penulisan karya tulis ilmiah dalam rangka untuk mengembangkan kemampuan dosen dalam melaporkan hasil penelitiannya. Kegiatan ini diikuti oleh 21 dari 26 orang dosen Politeknik Kutaraja dari berbagai program studi.

“Workshop penulisan jurnal ilmiah yang dilaksanakan tahun ini bertujuan untuk memperbanyak publikasi dosen. Selama ini memang mereka sudah banyak yang berhasil mempublikasikan karya tulisnya di jurnal-jurnal nasional terindeks bahkan jurnal internasional terindeks scopus. Namun secara kualitas masih harus terus kita tingkatkan.” Ujar Supriyanto, Direktur Politeknik Kutaraja sekaligus sebagai pemateri.

Jadi ini semacam kewajiban yang harus kita lakukan secara bersama-sama untuk meningkatkan baik kualitas maupun kuantitas karya tulis dosen di perguruan tinggi. Apalagi target pemerintah untuk menambah jumlah publikasi internasional secara signifikan untuk mengejar ketertinggalan kita dari negara-negara lain. Saat ini, Indonesia berada di peringkat ke-3 ranking publikasi ilmiah di antara sesama negara ASEAN.

Jumlah publikasi ilmiah Indonesia pada jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus per 2 Oktober 2017 sudah mencapai 12.098 publikasi. Jumlah tersebut meningkat 2.597 publikasi dalam dua bulan terakhir. Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menargetkan mampu memproduksi 17.000 publikasi pada akhir tahun agar bisa melewati Singapura.

Bagi dosen yang bersangkutan sendiri memiliki keuntungan dalam hal pengembangan karirnya. Dengan melakukan kegiatan penelitian dan mempublikasikannya di jurnal-jurnal bereputasi, maka akan mudah mengurus kepangkatan dan jabatan akademik dosen bahkan bisa menjadi guru besar. Tidak masalah walaupun dosen yang mengabdi di PT swasta.

Nah, Politeknik Kutaraja tahun ini menargetkan setiap dosen dapat mempublikasikan artikelnya diberbagai jurnal minimal 2 artikel, sehingga diharapkan Politeknik Kutaraja dapat menelurkan 52 jurnal sampai April 2019 nantinya.

Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Ali Ghufron Mukti menegaskan, berbagai regulasi yang ada saat ini sebenarnya memberikan manfaat positif dan mampu mengatrol kinerja para lektor kepala dan dosen untuk produktif melakukan riset dan mempublikasikannya di jurnal internasional bereputasi. Khususnya di dunia penelitian perguruan tinggi dan juga lembaga penelitian. Hal ini dapat menunjang karir seorang dosen. Dengan begitu secara linearakan menambah pendapatan yang ia peroleh.

Berdasarkan informasi yang pernah disampaikan oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohd Nasir rasio jumlah peneliti dengan jumlah penduduk di Indonesia adalah 1.000 peneliti berbanding 1 juta penduduk. Angka ini jauh lebih rendah dari negara-negara tetangga sebut saja Singapura dan Malaysia.

Supriyanto, Sp.,M.Si pemateri Workshop Penulisan Jurnal Ilmiah

Di Singapura, rasio jumlah peneliti dengan jumlah penduduk di Singapura adalah 9.000 peneliti per satu juta penduduk. Sedangkan Malaysia hampir 3.000 peneliti per satu juta penduduk. Padahal, kata Nasir, jumlah perguruan tinggi di Indonesia jauh lebih banyak daripada negara-negara tersebut, yaitu sebanyak 4.600. Bahkan jumlah PT di Indonesia dua kali lipat dari China.

Dosen sebagai profesional dan ilmuan

Dalam pemaparannya, Supriyanto mengatakan bahwa dosen itu bukan hanya sebagai tenaga pendidik. Dosen juga sebagai ilmuan dan peneliti. Dalam melaksanakan profesionalitas tersebut, dosen dituntut untuk melakukan penulisan karya ilmiah sebagai wujud pengembangan limu pengetahuan.

Dalam era serba daring ini, seluruh karya ilmiah dosen harus dapat dipublikasikan secara online (daring), termasuk penilaian kinerja, kenaikan pangkat juga dilakukan dengan basis daring. Ketika semua penilaian seluruh aspek tersebut dilakukan, maka dosen akan memiliki jabatan akademik, barulah karir sebagai dosen mulai dikembangkan.

Jabatan akademik dosen dimulai dengan Asisten Ahli (lecturer) dengan syarat masa dinas aktif 1 Tahun, dan pendidikan minimal magister. Kemudian Lektor (senior lecturer), dengan masa aktif 2 tahun dan pendidikan minimal magister, sampai Lektor Kepala dan Guru Besar.

Namun sebagai peneliti, seorang dosen memungkinkan mendapat pendapatan dari kegiatan penelitiannya. Apalagi pemerintah saat ini mendorong setiap dosen di seluruh perguruan tinggi di Indonesia untuk melakukan penelitian. Kemenristek Dikti sendiri menyediakan anggaran yang cukup besar untuk program hibah penelitian dosen.

Kegiatan penelitian akan menunjang kepangkatan dosen sebagai Asisten Ahli sebanyak 25 persen dari total akumulasi angka kredit yang dibutuhkan. Sedangkan angka kredit lainnya diperoleh dari pelaksanaan pendidikan, pengabdian masyarakat, dan unsur penunjang lainnya. Sehingga total angka kredit akumulasi 150 dapat tercapai. Begitu seterusnya kepangkatan sampai guru besar.(*)

Politeknik Kutaraja Kerja Sama dengan Politeknik Sultan Azlan Shah Malaysia Lakukan Pelatihan E-Learning Bagi Dosen

Oleh : Hamdani

Peserta pelatihan E-Learning melakukan sesi foto bersama dengan pemateri dari Politeknik Sultan Azlan Shah, Selasa (23/10/2018)/Foto: Hamdani

BANDA ACEH—-Rombongan Politeknik Sultan Azlan Shah, Negeri Perak Malaysia yang sudah berada di Banda Aceh sejak Senin, (22/10/2018) melakukan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) di Desa Durung Kacamatan Mesjid Raya Kabupaten Aceh Besar.

Kedatangan tim dari PSAS merupakan respon atas undangan Direktur Politeknik Kutaraja Banda Aceh beberapa waktu lalu. Sebanyak 11 orang yang terdiri dari 4 orang dosen, 6 orang mahasiswa, dan 1 orang alumni ikut dalam rombongan tersebut.

Setibanya di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) di Aceh Besar, sekira pukul 08.00 Wib, rombongan PSAS langsung dijemput oleh Direktur Politeknik Kutaraja yang memang sudah menunggu di terminal kedatangan internasional Bandara SIM. Rombongan PSAS yang diketuai oleh Marzuki bin Sepiaail, selaku penasihat program langsung diajak berkeliling beberapa lokasi bersejarah di Aceh.

Diantara tempat yang dikunjungi antara lain: kuburan massal di Desa Siron, Meseum Tsunami, Masjid Raya Baiturrahman dan tempat-tempat objek wisata lainnya, sebelum akhirnya pada siang hari kegiatan CSR yang dipusatkan di Desa Durung dilakukan. Menurut Marzuki bin Sopiaail yang juga alumni Universitas Islam Negeri Ar-Raniry (dulunya IAIN).

Kedatangan mereka ke Aceh dalam rangka silaturrahim dengan segenap sivitas akademik Politeknik Kutaraja, yang sebelumnya telah lebih dulu berkunjung ke PSAS Perak Malaysia minggu lalu. Jadi ini dapat dikatakan sebagai kunjungan balasan.

“Kegiatan pokok menurut undangan yang diterima PSAS adalah melaksanakan pelatihan e-learning bagi dosen, dan pengajar Politeknik Kutaraja. Namun untuk menambah eratnya hubungan PSAS dengan masyarakat Aceh, maka kita melaksanakan kegiatan CSR disini.Apalagi saya pernah menjadi pelajar di sini (Aceh maksudnya).” Kata Marzuki.

Adapun yang menjadi sasaran CSR Politeknik Sultan Azlan Shah di Aceh tahun ini adalah Surau Gampong Durung dengan memberikan sumbangan langsung kepada Imam Mesjid Gampong setempat dan diterima oleh Tgk Abdullah Adam senilai Rp10 juta. Program ini juga berbentuk sharing ilmu dengan santri yang berdomisili sebanyak 100 orang yang berusia 6-10 tahun bersama para pelajar dari PSAS.

Pelatihan E-Learning

Pelatihan E-Learning sendiri dilakukan pada hari Selasa, (23/10/2018), dalam agenda tersebut tim PSAS memberikan materi tentang pembelajaran menggunakan media internet dan aplikasi daring. Diharapkan dengan pengalaman mereka selama ini dapat menjadi benchmark bagi Politeknik Kutaraja dalam menerapkan pendidikan berbasis daring di era 4.0.

Pamateri, Darni binti Darmin, dan didampingi oleh seluruh tim, ada Marzuki bin Sepiaail, Anisah binti Nasib, Siti Nadiah binti Mohd Salim, memaparkan dihadapan peserta pelatihan tentang bagaimana memanfaatkan web 2.0 tools sebagai alat pembelajaran bagi generasi z (sebutan generasi millennial).

“Terdapat hampir 2000 aplikasi berbasis web yang dapat digunakan untuk mendukung proses belajar secara online. Dengan dukungan internet, smartphone, tools tersebut dapat dijadikan sebagai cara belajar yang sangat interaktif.” Kata Darni.

Diantara aplikasi berbasis web yang dapat digunakan untuk belajar mengajar yang bersifat interaktif. Misalnya, padlet, blendspace, kahoot, freeze, dan socrative. Semua itu tergolong web 2.0 tools yang tidak perlu berbayar, namun jika menginginkan premium tentu harus bayar. Dan penggunaannya pun sangat mudah, tidak harus orang yang paham dengan bahasa pemograman web atau aplikasi.

“Didalam pelatihan E-Learning ini, dosen-dosen diajarkan cara menggunakan web 2.0 sebagai pengajaran dan pembelajaran atas talian (on-line)”, Jelas Darni dengan logat bahasa melayunya.

Kolaborasi mahasiswa

Selain kegiatan CSR, pelatihan E-Learning bagi dosen-dosen Politeknik Kutaraja. Para pelajar PSAS juga berkongsi ilmu tentang penggunaan media sosial untuk kepentingan bisnis, dan termasuk bersosialisasi. Pelajar PSAS berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka kepada mahasiswa Poltek Kutaraja tentang FB Ads dan IG follower. Pembelajaran ini diberikan secara teori, praktik, dan coaching secara online.

Mauliana Safitri (19 tahun), salah seorang mahasiswi Politeknik Kutaraja memandang kegiatan seperti ini sangat positif untuk menambah wawasan mahasiswa terhadap literasi digital.

Menurutnya mahasiswa sekarang perlu memberdayakan dirinya sendiri dengan manfaatkan perkembangan teknologi informasi untuk mencapai prestasi dalam perkuliahan. Oleh karena itu, kehadiran teman-teman dari PSAS Perak Malaysia dapat memberikan motivasi kami dalam pembelajaran.

Akhiri lawatan

Setelah serangkaian kegiatan usai dilakukan, tim PSAS masih berkenan mengunjungi beberapa situs budaya paska tsunami, seperti kapal diatas rumah di Gampong Lampulo, Kapal Apung di Ulee Lheu, dan Tsunami Escape Building sebelum bertolak kembali ke Malaysia pada esok hari ini, Rabu (24/10/2018).

“Kita berharap semoga kunjungan jalinan kerjasama kedua Politeknik ini bisa terus berlanjut di masa-masa yang akan datang. Demi kemajuan pendidikan bagi generasi Aceh pada khusunya.” ulas Supriyanto, Direktur Politeknik Kutaraja, Aceh-Indonesia sambil menutup pembicaraan.(*)