Doi Cantik yang Senang Kuliah di Perguruan Tinggi Vokasi

Hazratul Akmal mahasiswa Politeknik Kutaraja Program Studi Manajemen Keuangan Sektor Publik (MKSP)/foto Hazra

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) telah mengumumkan hasil SBMPTN 2019 di Gedung Kemenristekdikti, Jakarta (9/7/2019).

Jumlah peserta yang dinyatakan lulus seleksi pada 85 perguruan tinggi negeri (PTN) se-Indonesia sebanyak 168.742 peserta termasuk Universitas Syiah Kuala. Jumlah tersebut merupakan hasil seleksi dari pendaftar SBMPTN 2019 sebanyak 714.652 peserta.

“Pengalaman itu pernah saya alami” tutur gadis cantik asal Meulaboh yang kini tercatat sebagai mahasiswi Politeknik Kutaraja Banda Aceh. Doi manis yang memiliki nama Hazratul Akmal lalu membagi kisah dan pengalamannya ketika ikut SBMPTN tahun lalu.

Menurut Hazra begitu sering dipanggil, memang rata-rata siswa di Aceh mungkin juga daerah lain prioritas memilih Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan memilih program studi atau jurusan bergengsi, walau kadang tidak sesuai dengan kemampuan yang ada. Dan itu tidak salah.

“Tetapi bagaimana jika tidak lulus? Kecewa pasti. Namun kita tidak boleh lama-lama larut dalam kekecewaan itu. Kita mesti segera bangkit” kata Hazra. Toh masih banyak Perguruan Tinggi Swasta yang juga tak kalah bergengsi dengan PTN.

Berikut wawancara kami dengan Hazratul Akmal tentang pendidikan vokasi dan pendapat dia tentang Politeknik Kutaraja.

Apa pendapat kamu tentang pendidikan vokasi?

Pendidikan vokasi merupakan pendidikan tinggi yang ditujukan untuk kepentingan praktis dimulai dari D-I, D-II, D-III, Sarjana Terapan, Magister Terapan dan Doktor Terapan yang berfungsi mengembangkan peserta didik agar memiliki pekerjaan keahlian terapan tertentu melalui program vokasi dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Pendidikan vokasi merupakan pendidikan yang mengarahkan mahasiswa untuk mengembangkan keahlian terapan, beradaptasi pada bidang pekerjaan tertentu dan dapat menciptakan peluang kerja.

Apa pendapat kamu tentang Politeknik Kutaraja?

Menurut saya, kampus Politeknik Kutaraja merupakan solusi tepat bagi calon mahasiswa yang ingin bekerja sekaligus belajar berkarir, karena di Politeknik Kutaraja kita bisa belajar teori dan pengaplikasian teori ke lapangan, seperti yang kita ketahui bahwa di Era Globalisasi saat ini sangat di butuhkan Softskill bagi Fresh Graduate kedepannya, maka dari itu Ayo kuliah di Politeknik Kutaraja.

Mengapa memilih kuliah di Politeknik Kutaraja? Apa alasannya?

Alasan saya berkuliah di Politeknik Kutaraja adalah fasilitas yang memadai, mahasiswanya aktif dan kreatif dan juga visi misi kampus lebih jelas dan terarah, yaitu salah satunya membentuk karakter mahasiswa agar menjadi fresh graduate yang di nanti berguna bagi masyarakat, instansi, perusahaan dan dunia kerja lainnya kedepan.

Mengapa pilih prodi MKSP?

Karena saya ingin lebih dalam memahami ilmu bagaimana cara mengelola keuangan dengan baik, tidak hanya keuangan, banyak hal yang bisa dikelola dengan baik dengan mempelajarinya ilmu manajemen.

Bagaimana suasana kuliah di Politeknik Kutaraja?

Suasananya nyaman, adem, sejuk, bersih, dosennya ramah dan sangat mendukung kegiatan mahasiswa dan mahasiswanya juga aktif.

Biaya kuliah mahal nggak?

Masih terjangkau, sesuai dengan fasilitas yang di dapat.

Apa kata orang tua kamu saat mau masuk ke politeknik kutaraja?

Orang tua saya senang sekali dan berharap dengan berkuliah di Politeknik Kutaraja saya bisa menjadi generasi yang aktif, berprestasi dan menjadi kebanggaan bagi keluarga,dan juga bagi Politeknik Kutaraja

Kamu memperoleh apa saja sejak kuliah di Politeknik Kutaraja?

Banyak sekali Ilmu-ilmu yang baru saya peroleh, dunia baru, relasi baru dan tentunya prestasi-prestasi yg saya raih saat saya kuliah di politeknik Kutaraja, tentunya dengan dukungan dari Politeknik Kutaraja.

Apa harapan kamu setelah tamat kuliah?

Saya ingin berkarir dan mengaplikasikan ilmu saya selama berkuliah di Politeknik Kutaraja, kemudian juga bersedia untuk suatu saat kembali ke dunia kampus sebagai Alumni yang pernah mengecap studi di kampus serta berbagi kepada mahasiswa-mahasiswa baru nantinya.

Apa saran dan harapan kamu untuk Politeknik Kutaraja?

Saran saya dari segi biaya perkuliahan agar lebih memberikan keringanan dan fasilitas lebih bagi mahasiswa kurang mampu dan mahasiswa berprestasi agar bisa menunjang prestasi untuk peningkatan SDM dan juga kampus sendiri serta terus tingkatkan kredibilitas kampus agar menjadi favorit dan pilihan utama bagi mahasiswa yang ingin belajar sekaligus mengasah diri demi dunia kerja kedepannya.[]

Editor: Hamdani

Perjuangan Fini Inka Sari Mendapatkan Beasiswa Politeknik Kutaraja

Fini Inka Sari mahasiswa Politeknik Kutaraja Prodi Administrasi Perkantoran (Dokpri)

Perkenalkan namaku Fini Inka Sari biasa di panggil Fini. Aku lahir di Medan pada 09 Mei 2000. Keseharianku adalah mahasiswi di Politeknik Kutaraja Banda Aceh. Iya aku sendiri saat ini tinggal di Banda Aceh karena ayah dan umi ku menetap di sini, sebelumnya kami tinggal di Medan, sehabis Tsunami 2004 kami pindah ke dan menetap di Banda Aceh.

Berbicara tentang perkuliahanku, jujur aku bukanlah berasal dari keluarga kaya tapi keluarga yang berkecukupan. Apa yang ku mau harus ku cari sendiri, tidak bisa berharap banyak pada kedua orang tuaku. Dalam keluarga, aku anak ke-2 dari 4 bersaudara, adik ku 3, abang ku 1, dan akulah satu-satunya cewek. Karena anak perempuan tunggal, aku adalah Umi setelah Umi ku..hehehe…

Cita-citaku dari dulu ingin menjadi seorang Polwan, alasan ku karena sehabis tamat SMA aku ingin mendapatkan kerja dan bisa membantu kedua orang tuaku. Namun takdir berkata lain. Karena badanku tidak tinggi-tinggi amat alias pendek, aku tidak lulus sewaktu tes itu .. eehmm merasa sedih ya pasti.

Namun aku percaya semua ini ada hikmahnya karena Allah tahu apa yang aku butuhkan, bukan apa yang aku inginkan. Dan hari itu juga aku memutuskan untuk mencari pekerjaan lain. Aku ingin berkuliah namun ekonomi keluargaku sangat krisis, buat makan aja pas-pasan. Belum lagi kebutuhan buat adik-adikku, dan tidak mungkin aku mendahulukan kepentinganku dan mereka tidak bersekolah karena ku!

Iyaa! Akupun bekerja, namun ini bukanlah kali pertama aku bekerja, sebelumnya sewaktu SMA aku sudah kerja sebagai karyawan katering di tempat guruku, namun itu bukanlah kerja tetap, kapan ada pesanan, kapan dipanggil aku datang. Aku juga pernah kerja di-laudry dekat rumah ku. Waktu itu sepulang dari sekolah aku langsung ke laundry untuk mencari uang saku (jajan) untuk esok harinya. Aktivitas itu setiap hari aku lakukan.

Semasa sekolah di SMP aku juga pernah bekerja sebagai karyawan di tempat wisata Kuta Malaka Samahani. Ya kerjaan ini bukanlah orang tuaku suruh namun kemauan dari diriku sendiri. Aku suka mencari uang karena itu membuatku lebih menghargai uang dan aku bangga pada diriku. Ya setidaknya walaupun tidak banyak namun aku bisa sedikit membantu orang tuaku.

Terakhir aku pernah kerja di salah satu rumah makan yang menjual Mie Pangsit di daerah Peunayong. Lumayan dekat dari rumahku, di sana aku bekerja cuma sehari karena sebelumnya aku sedang mengikuti beasiswa. Informasi beasiswa ini aku dapatkan dari guruku yang bernama Ibu Eltah. Dia adalah guru MP Kimia aku. sekarang juga kerja di rumah guruku ini sebagai juru gosok baju di rumahnya. Sebulan sekali aku mendapatkan gaji darinya. Iya lumayan uangnya bisa buat jajan kasih Umi sikit, ayahku sikit, selebihnya celengan yang menerimanya …:).

Tidak menunggu waktu lama aku pun mengikutu tes beasiswa tersebut. Kali pertama aku mengikuti tes Minat bakat di Politeknik Kutaraja, tujuannya agar aku tahu bakatku sebenarnya dibidang apa. Tes kedua yaitu tes beasiswa.

Saat tes wawancaranya di hari Senin pagi yang cerah itu aku bergegas pergi kampus Politeknik Kutaraja, dan masih teringat di pikiran aku memakai baju yang bewarna maron, itu adalah warna kesukaaan ku. Tidak menunggu waktu lama sesampai di sana namaku pun dipanggil untuk segera menuju ke suatu ruangan tempat wawancara dilaksanakan. Aku di wawancara di situ dan aku merasa takut, grogi, panas dingin.

Setiap langkah ku menuju ke ruangan itu aku penuh percaya diri diiringi dengan Bismillah. Masih teringat di pikiranku di dalam ruangan itu ada 5 (lima) orang bapak-bapak dan 1(satu) org ibu yang aku tidak tahu siapa mereka sebelumnya. Ternyata mereka itu adalah dosenku sekarang. Yaaa ampunnnn di situ ada pak Ham, Pak Is, Pak Saiful, Pak Ijal dan Bu Lia, mereka banyak bertanya tentangku dan sebisa ku menjawab pertanyaan-pertanyaan itu.

Seminggu kemudian di hari Senin, seperti biasa aku orang yang banyak waktu namun tidak punya uang biasa di sebut dengan pengangguran. Pada pagi hari aku selagi membantu Umi ku membersihkan rumah masuk pesan lewat HP ku yang isi pesan itu ” Selamat Fini Inka Sari kamu mendapatkan Beasiswa 100% dari Politeknik Kutaraja.”

Wooww…..jujur aku merasa bingung membaca pesan itu yang terlintas di pikiranku itu hanyalah sebuah candaan semata, namun ku berpikir lagi, tidak ada yang nggak mungkin. Disitu aku mencubit tanganku ternyata sakit sekiraku aku sedang bermimpi, ternyata tidak :).

ini adalah salah satu kabar gembira buat kedua orang tuaku. Pada saat itu seperti akulah satu-satunya orang yang paling bahagia di jagat raya ini hahahah…!!!

Ke esokan harinya aku memberi tahu kepada guruku dan aku mengucapkan ribuan trimakasih. Alhamdulillah sampai sekarang uang SPP aku tidak pernah membayarnya. Beasiswa ku ini ternyata dari yayasan. Di karenakan aku mendapatkan kuliah gratis kerja ku di Mie Pangsit terpaksa aku tinggalkan karena pemiliknya tersebut tdk mau mempunyai karyawan yng berkuliah dan aku pun meminta maaf kepadanya karena cuma bisa sehari bekerja.

Hari pertama kuliahku yang tidak disangka-sangka ini, aku bertemu dengan teman-teman baru yang kebanyaka berasal dari luar daerah. Mereka baik-baik, begitu juga dengan dosen-dosenku di Politeknik Kutaraja yang ramah, sungguh baik hati. Sungguh aku tidak nyesal kuliah di sini, aku kuliah di sini mengambil jurusan Administrasi Perkantoran (ADP).

Jujur bagian perkantoran sebelumnya tidak pernah terlintas dipikiranku. Menurutku ini terlalu feminim buatku, aku suka yang kemiliteran yang penuh dengan tantangan. Cita-citaku saja sebagai Polwan, KOWAD dan Satpol PP, hehehe. Mangka dari itu sewaktu di SMA aku sering mengikuti perlombaan di bagian Kepramukaan, bela negara karena itu menantang bagiku.

Namun takdir berkata lain apa yang aku inginkan tidak tercapai. Tapi aku percaya bagian rezeki, maut, jodoh sudah ada yang ngatur. Ini pasti yang terbaik untukku. Bismillah berusaha dan berdoa aku yakin pasti bisa, yang aku impikan tamatku dari kuliah ini aku ingin mempunyai rumah atas Namaku, hanya itu saja. Karena kmi sekarang masih nomaden atau berpindah-pindah tempat…hehehe.

Pesanku buat teman-teman, sesibuk apapun kamu janganlah pernah meninggalkan sholat karena sholat kita untuk berdoa. Dan tidak ada doa yang tidak dikabulkan, tunggu saja suatu keajaiban akan datang kepadamu tepat pada waktunya dan yang penting terus berusaha.[]

Editor: Hamdani

BEM Politeknik Kutaraja Ikut Workshop Kode Etik ASN dan Training Pelayanan Publik

Ketua BEM Politeknik Kutaraja Hasbi melakukan foto bersama dengan peserta Workshop Kode Etik ASN dan Training Pelayanan Publik, Kamis, 27/6/2019 | FOTO: Hamdani

BANDA ACEH | Undang-undang (UU) No 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik telah memberikan ruang partisipasi publik untuk warga (pengguna layanan) untuk memperbaiki kualitas dan akuntabilitas pelayanan publik.

UU 25/2009 mengatur tentang prinsip-prinsip pemerintahan yang baik yang merupakan efektivitas fungsi-fungsi pemerintahan itu sendiri sebagai pelayan publik.

Pemerintah telah mengembangkan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) melalui aplikasi LAPOR yang mengintegrasikan seluruh saluran pengaduan kepada berbagai institusi penyelenggara pelayanan publik.

Meskipun UU No 25/2009 telah lama dikeluarkan oleh pemerintah namun sampai sekarang ini masih banyak masyarakat dan kelompok-kelompok masyarakat yang belum mengetahui dan memanfaatkannya guna berpartisipasi dalam perbaikan pelayanan publik tersebut.

Berbagai kendala dihadapi oleh masyarakat terutama individu dalam berpartisipasi secara aktif dalam proses pelayanan publik. Kendala utama adalah tidak adanya keberanian untuk mempengaruhi kebijakan pelayan publik sehingga mereka cenderung menerima apa adanya.

Dokumentasi pribadi 

Kekuatiran masyarakat apalagi masyarakat yang tidak terorganisir dengan baik dalam menuntut haknya sebagai penerima layanan publik sangat masuk akal. Karena dari beberapa peristiwa keluhan buruknya layanan publik yang dipersoalkan semuanya berujung ke ranah hukum. Misalnya pasien yang mengadukan layanan kesehatan sebuah rumah sakit cendrung dituntut dengan pencemaran nama baik.

Boleh jadi bahwa masyarakat awam tidak memiliki pemahaman yang baik mengenai sarana pengaduan, cara pengaduan, dan materi pengaduan yang relevan dengan kasus yang terjadi sehingga aduan mereka memiliki celah hukum yang dapat menjerat dirinya sebagai sebuah tindakan pidana.

Karena itulah peran perguruan tinggi dan mahasiswa termasuk organisasi masyarakat untuk memperkuat pengetahuan masyarakat awam dalam mengadvokasi hak-hak mereka dalam layana publik. Perguruan tinggi dan akademisi sejatinya dapat memberikan pencerahan tentang pentingnya optimalisasi kualitas layanan publik yang diterima oleh masyarakat kapada pihak-pihak terkait.

Menurut Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Kutaraja Hasbi, ” pelayanan publik merupakan hak dasar masyarakat terutama dalam konteks fungsi negara, hal ini sesuai dengan amanat undang-undang pasal 5 ayat (2) UU no. 25 tahun 2009.”

Karena itu selaku mahasiswa ia pun mengimbau agar isu pelayanan publik yg sering muncul dan menjadi keluhan masyarakat dapat diperbaiki dengan cepat oleh pihak-pihak yang berwenang.

“Saya mengajak seluruh mahasiswa Indonesia , dan Aceh khususnya untuk menjadi pelopor dalam menanggulangi pelanggaran pelayanan publik, melalui berbagai media yang sudah disediakan pemerintah, dengan harapan terwujudnya Good Governance di Aceh dan Indonesia serta lahirnya transparansi aparatur negara dalam penyelenggaraan pelayanan publik.” kata Hasbi.

Hal itu disampaikan Hasbi ketika mengikuti Training Pelayanan Publik dan Workshop Kode Etik Aparatur Sipil Negara untuk Organisasi Masyarakat Sipil dan Komunitas yang diselenggarakan oleh LSM Gerak Aceh, Selasa-Kamis, 25-27 Juni 2019, di Aula Gedung Diskominfotik Kota Banda Aceh.

Sementara itu Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, dan juga Dosen Fakultas Hukum Unsyiah, DR. H. Taqwaddin Husin, S.H.,S.E.,M.Si. yang tampil sebagai narasumber menjelaskan fungsi lembaga yang dipimpinnya sebagai pengawas pelayanan publik. Dalam mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik Ombudsman berdasarkan pada pasal 37 Undang-undang No. 37 tahun 2008.

Masyarakat yang merasa dirugikan oleh pelayanan publik yang tidak memenuhi kaidah pelayanan yang baik sesuai dengan aturan dan prosedur yang ada dapat mengadukannya ke Ombudsman untuk ditindaklanjuti kepada penyeleggara layanan publik.

Selain itu warga atau masyarakat dapat juga melapor pelanggaran penyelenggaraan pelayanan publik melalui media lapor di situs www.lapor.go.id.(*)

Beasiswa Bidikmisi, Mengantarkan Siswa Yatim Ini Menikmati Pendidikan Tinggi

Ajrul Amilin mahasiswa Program Studi Manajemen Keuangan Sektor Publik (MSKP) penerima Beasiswa Bidikmisi tahun 2018 | Foto: dok. Ajrul Amilin

BANDA ACEH — Saat ini pendidikan tinggi bukan lagi termasuk kebutuhan mewah. Melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau sering disebut kuliah kini telah menjadi kebutuhan dasar generasi yang hidup di era modern.

Tanpa melanjutkan kuliah, maka kesempatan mendapatkan peluang kerja sangat kecil, atau jika bekerja pun hanya pada posisi bawah dengan gaji standar.

Meskipun kuliah bukanlah satu-satunya bertujuan untuk mendapatkan pekerjaan yang wah dengan gaji besar dan fasilitas mewah. Namun tanpa kuliah kesempatan mendapatkan ilmu pengetahuan yang lebih tinggi dan luas pun tidak kita peroleh.

Dengan demikian kuliah di perguruan tinggi menjadi sangat penting, apakah bertujuan untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan keterampilan maupun guna mempersiapkan diri memasuki dunia kerja sebagai sumber daya manusia yang berkualitas.

Namun bagaimana bila tidak mampu secara ekonomi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi karena terkendala oleh biaya? Sebagaimana kita tahu biaya kuliah saat ini begitu mahal, belum lagi ditambah dengan biaya hidup jika kuliah di luar daerah atau luar negeri.

Itulah berbagai pertanyaan yang dulu kerap muncul di benak Ajrul Amilin ketika itu ia masih bersekolah di SMAN 12 Banda Aceh. Kegalauan Ajrul, begitu kawan-kawannya memanggil, sangat beralasan karena ia menyadari bagaimana ekonomi orang ibunya, terutama paska ditinggal Ayah yang meninggal karena tsunami 2004 silam.

Ajrul merupakan anak yatim yang ibunya berprofesi sebagai petani penggarap di sebuah desa di kawasan Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, tergolong keluarga miskin dan hidup sederhana. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari bahkan harus dibantu oleh anak-anaknya termasuk Ajrul yang ikut mencari pendapatan tambahan bagi ekonomi keluarga.

Ajrul Amilin bersama Ibu dan kakaknya di rumah mereka di kawasan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar | Foto: dok. Ajrul Amilin

Sehingga waktu itu Ajrul sudah memutuskan tidak melanjutkan kuliah setamat di SMAN 12 Banda Aceh meskipun dalam hatinya sangat ingin mengecap pendidikan di bangku kuliah. Mengingat kemampuan orang tuanya yang sangat terbatas.

Namun siapa sangka ternyata nasib bisa berbeda karena takdir. Rasa pesimis yang pernah dimiliki oleh Ajrul, Allah gantikan dengan kebahagiaan. Mungkin itulah hikmah atau berkah yang ia peroleh karena selama ini ia selalu berbakti kepada kedua orang tuanya.

Doi yang akan berulang tahun pada bulan Juli ini merasa sangat bersyukur karena ia diberi kesempatan oleh pemerintah untuk mendapatkan program Beasiswa Bidikmisi tahun 2018, sehingga sekarang ia telah tercatat sebagai mahasiswa Politeknik Kutaraja Banda Aceh.

“Alhamdulillah bersyukur, ahamdulillah dengan Bidikmisi sampai di usia sekarang masih bisa merasakan pendidikan menjadi seorang mahasiswa. Tidak harus memikirkan kerja full time untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Walau Bidikmisi sendiri tidak bisa dikatakan cukup untuk memenuhi kebutuhan, namun sudah sangat membantu.” terang Ajrul kepada penulis.

Di Politeknik Kutaraja Ajrul memilih Program Studi Manajemen Keuangan Sektor Publik (MKSP) jenjang Diploma 4 (D4) atau setara S1. Di prodi tersebut Ajrul belajar tentang pengetahuan manajemen keuangan dan keterampilan mengelola keuangan organisasi/lembaga publik.

Foto bersama tim Politeknik Kutaraja saat mengikuti even Kemenristek Dikti | Foto: Saiful Bahgia

Ia mengaku sangat tertarik dan senang mempelajari tentang manajemen. Menurut cowok yang aktif pada kegiatan Kepramukaan ini, ” manajemen sangat penting untuk kita pelajari, sebab tidak ada organisasi manapun yang tidak menerapkan fungsi manajeman dalam kegiatannya.” kata Ajrul.

Itulah alasan mengapa kini ia semakin bertekad untuk menyelesaikan pendidikan secepat mungkin agar ilmu yang dipelajarinya dapat segera ia aplikasikan pada tempat kerjanya nanti.

Lebih lanjut Ajrul menceritakan, bantuan pendidikan yang diterimanya ia kelola dengan sebaik-baiknya untuk keperluan kuliah. Namun sebagian besar uang tersebut ia gunakan untuk biaya transportasi menuju kampus.

“Beasiswa Bidikmisi untuk kebutuhan kuliah. Sebagian besar saya gunakan untuk transportasi. Karena kampus sendiri berjarak lebih kurang 17 km. selebihnya untuk serba serbi lainnya, seperti beli buku, foto kopi bahan kuliah dan sedikit buat jajan.” Ajrul merincikan.

Dibidang prestasi akademik, Ajrul tergolong mahasiswa yang cerdas dan berprestasi. Buktinya ia memiliki Indeks Prestasi (IP) 3,7 pada semester lalu, dan ia target semester depan dapat lebih meningkat.

Tim debat NUDC Politeknik Kutaraja (dokpri)

Ajrul juga tergolong aktif dalam kegiatan-kegiatan kemahasiswaan dikampusnya. Ia kini dipercayakan sebagai wakil ketua BEM Politeknik Kutaraja sekaligus sebagai salah satu Pengurus Himpunan Mahasiswa Program Studi MKSP (Himapro-MKSP).

Melalui organisasi kemahasiswaan Ajrul dan kawan-kawan sering mengadakan seminar-seminar di kampus dan mengikuti berbagai even perlombaan yang diadakan oleh Kemenristek Dikti dan LLDIKTI 13 Wilayah Aceh.

Sebelum Ajrul mengakhiri pembicaraannya dengan penulis. Ia pun menyarankan beberapa ide, mungkin harapanlah, bisa dikatakan begitu. Ajrul berharap agar pemerintah dapat menambah kuota penerima Beasiswa Bidikmisi lebih banyak lagi untuk calon-calon mahasiswa Politeknik Kutaraja.

Keceriaan bersama teman-teman di sela-sela kegiatan kuliah di Kampus Politeknik Kutaraja (dokpri)

Sehingga semakin banyak kesempatan yang diperoleh oleh anak-anak keluarga tidak mampu lainnya menempuh pendidikan tinggi.

Ketika ditanya apa harapan Ajrul setelah tamat kuliah nanti? Ia mengatakan “harapannya supaya lebih bisa mandiri dan bisa bertanggung jawab penuh terhadap keluarga. Selain itu bisa membuka usaha dan menciptakan lapangan kerja walau hanya kecil supaya bisa membantu orang sekitar.” tutup Ajrul.

Tidak hanya Ajrul yang berharap seperti itu. Muhammad Farhansyah Putra pun yang juga sebagai mahasiswa penerima Beasiswa Bidikmisi tahun 2018, dan kini duduk di Prodi D3 Akuntansi Politeknik Kutaraja senada dengan kawan seangkatannya tersebut.

Dan akhirnya mereka mengucapkan terima kasih banyak kepada Yayasan Pendidikan Sarana Ilmu Kutaraja (YPSIK), Politeknik Kutaraja dan LLDIKTI 13 Aceh yang telah memfasilitasi dirinya memperoleh beasiswa Bidikmisi dari Pemerintah, dan ia berjanji akan selalu menjaga amanah ini dengan baik serta bertanggung jawab.(*)

Penulis: Hamdani, SE.,M.Si (Ketua Program Studi MKSP) 

BEM Politeknik Kutaraja dan Unsyiah Jalin Kerja Sama

Ketua BEM Politeknik Kutaraja bersama rekan sejawatnya Presiden Mahasiswa Unsyiah Banda Aceh sedang beramah tamah, Sabtu, 22/6/2019 (Foto/Hasbi)

BANDA ACEH — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Kutaraja Banda Aceh secara informal sedang menjajaki peluang kerja sama dengan BEM Universitas Syiah Kuala (BEM).

Melalui serangkaian pertemuan dilakukan oleh Ketua BEM Politeknik Kutaraja Hasbi dengan pihak-pihak terkait terutama pengurus inti BEM Unsyiah. Sehingga niat untuk bekerja sama tersebut kini telah terwujud.

“Alhamdulillah dalam diskusi yang hangat kita telah menjalin kerja sama dengan BEM Universitas Syiah Kuala, dibidang organisasi, kewirausahaan dan kegiatan lembaga lainnya. kita akan lakukan tindak lanjut dari pertemuan ini, dalam minggu ini kita akan berdiskusi secara formal dengan BEM Unsyiah.” kata Hasbi.

Pertemuan Presiden Mahasiswa (Presma) kedua perguruan tinggi di Aceh tersebut berlangsung dalam suasana santai sambil minum kopi di sebuah warung di Banda Aceh, Sabtu, 22/06/2019. Meskipun santai namun banyak hal mendasar yang mereka diskusikan.

“Hal yang paling mendasar yang kita bahas ialah mengenai krisis kepemimpinan mahasiswa dan lemahnya karakter mahasiswa, termasuk kita sebagai mahasiswa pemula, Insya Allah nanti kita akan diskusikan lebih jauh hal ini sama-sama.” tambah Hasbi.

Hadir dari BEM Unsyiah yaitu Presiden Mahasiswa Rival Perwira bersama Sekjend-nya Sumardi. “kami menyambut baik wacana dan niat kerja sama BEM Politeknik Kutaraja karena ini menjadi ajang untuk memperkuat ukhwah kemahasiswaan Aceh, apalagi saat ini mahasiswa kita seperti disibukkan oleh kegiatan perkuliahan masing-masing.” ujar Rival Perwira.

Kedua pemimpin mahasiswa dua perguruan tinggi itu sama-sama berharap agar kedepan bisa terbangun hubungan yang lebih erat, bukan hanya antar presma perguruan tinggi di Banda Aceh saja tetapi seluruh perguruan tinggi di Propinsi Aceh.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut Ketua BEM Politeknik Kutaraja juga menyampaikan dalam waktu dekat pihaknya akan segera bergabung dengan BEM se-Indonesia (BEMI) yang dipimpin oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui Koordinator Wilayah Sumbagut. Karena itu Hasbi sangat mengharapkan adanya dukungan semua pihak. (*)

Politeknik Kutaraja Kembali Menerima Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2019/2020

Poster Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Kutaraja

Meskipun tahun ajaran baru 2019/2020 belum dimulai. Namun Politeknik Kutaraja Banda Aceh sudah membuka masa penerimaan mahasiswa baru untuk angkatan kedua yang dimulai sejak bulan Februari 2019 sampai Oktober 2019 nantinya.

Dengan kampusnya yang terletak dijalan Syiah Kuala No 10 Jambo Tape tersebut, Politeknik Kutaraja membuka lebih cepat penerimaan mahasiswa baru agar masa rekrutmen calon mahasiswa ini jadi lebih panjang. Biasanya masa penerimaan mahasiswa baru akan berakhir pada bukan Oktober sesuai dengan batas akhir pelaporan ke Kemenristek Dikti.

Sebagai kampus swasta yang memiliki slogan Expert & Professional, Politeknik Kutaraja menawarkan sejumlah inovasi dalam kurikulumnya. Dengan kurikulum berbasis KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia) menjadikan Politeknik Kutaraja dapat menciptakan lulusan yang unggul.

Selain kurikulum yang dirancang untuk menciptakan lulusan yang berkualitas, kampus yang berciri khas uniform merah maron itu juga membekali mahasiswanya dengan standar kompetensi. Politeknik Kutaraja sangat menekankan agar lulusan memiliki keahlian khusus saat selesai kuliah nantinya.

Untuk mewujudkan visi tersebut, maka dalam proses belajar mengajar, Politeknik Kutaraja menerapkan dan memadukan kurikulum KKNI dengan SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) untuk menghasilkan lulusan yang siap bekerja.

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) adalah rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan/atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan.

Sehingga karena itulah menempuh pendidikan di Politeknik Kutaraja sama dengan akan mendapatkan skil atau keahlian yang dibutuhkan di dunia kerja. Sebab kenapa? Karena SKKNI merupakan kurikulum pelatihan kerja dan akademik.

Keunggulan kuliah di Politeknik Kutaraja adalah mahasiswa akan didik oleh para dosen, praktisi, dan instruktur yang berpengalaman dibidangnya. Dan semua sudah bergelar master pada usia relatif muda. Sehingga mahasiswa akan mendapatkan bukan hanya pengetahuan namun juga pengalaman.

Selain itu dengan akses kampus yang sangat mudah karena terletak ditengah-tengah kota. Membuat calon mahasiswa tertarik memilih menempuh pendidikan tinggi mereka di Politeknik Kutaraja. Karena dengan lingkungan yang mudah dijangkau dapat membuat pengeluaran mahasiswa jadi lebih irit.

Oleh karena itu, manajemen Politeknik Kutaraja sangat optimis bahwa keberadaan kampus vokasi ini akan dapat mendorong pendidikan anak-anak Aceh akan lebih baik dan maju. Sehingga akan melahirkan generasi muda yang lebih hebat, berkompeten, dan mampu berdaya saing.

Untuk membantu meringankan beban biaya pendidikan yang saat ini dirasakan begitu mahal, Yayasan Pendidikan Sarana Ilmu Kutaraja (YSPSIK) memberikan bantuan biaya pendidikan dalam bentuk beasiswa. Meskipun masih dalam jumlah terbatas namun cara ini sangat membantu ekonomi orang tua calon mahasiswa.

Jalur beasiswa YPSIK seperti tahun lalu dibuka melalui jalur tes khusus. Selain tes tulis juga dilakukan tes wawancara yang dilaksanakan oleh tim yang dibentuk oleh pihak yayasan dan manajemen Politeknik Kutaraja.

Buka Empat Program Studi

Saat ini Politeknik Kutaraja sudah memiliki empat program studi dengan jurusan-jurusan yang masih menjadi kebutuhan dunia kerja. Dari semua program studi tersebut memiliki jenjang yang berbeda.

Dua program studi jenjang diploma empat (D4) atau setara sarjana terapan dan dua program studi lagi jenjang diploma tiga (D3). Semua program studi tersebut adalah ilmu terapan.

Untuk program studi D4 ada Manajemen Keuangan Sektor Publik atau disingkat MKSP dan ada Analis Keuangan atau disingkat dengan ANK. Kedua program studi ini merupakan yang pertama di Indonesia. Bahkan tidak banyak perguruan tinggi yang membuka program studi tersebut meskipun permintaan lulusan pada sektor ini cukup tinggi.

Sedangkan untuk program studi D3, Politeknik Kutaraja mempunyai jurusan Akuntansi dan D3 Administrasi Perkantoran atau ADP. Walaupun program studi Akuntansi sudah banyak dibuka diberbagai perguruan tinggi namun untuk jenjang D3 hanya ada di Politeknik Kutaraja. Bahkan di Universitas Syiah Kuala (USK) D3 Akuntansi sudah tidak dibuka lagi sejak tahun ini.

Sehingga peluang bagi calon mahasiswa yang berminat untuk kuliah di D3 Akuntansi sangat besar. Dan yang paling penting adalah lowongan kerja lulusan D3 Akuntansi masih terbuka lebar. Bahkan jika kita lihat di media massa hampir setiap hari dibutuhkan tenaga kerja lulusan Akuntansi dan D3 Administrasi Perkantoran.

Bagi calon mahasiswa yang masih bingung memilih kuliah di perguruan tinggi mana, tentu sangat disarankan untuk mendaftar diri di Politeknik Kutaraja. Atau bisa juga berkonsultasi terlebih dahulu dengan tim PMB Politeknik Kutaraja untuk menghilangkan berbagai macam keraguan.

Soal biaya semua dapat dinegosiasikan. Karena di Politeknik Kutaraja tidak mengenal berbagai macam biaya. Dengan menerapkan sistim Uang Kuliah Terpadu (UKT), mahasiswa tidak perlu mengeluarkan biaya macam-macam. Bahkan di Politeknik Kutaraja memberikan seragam gratis bagi mahasiswanya.

Segera berkunjung kampus Politeknik Kutaraja setiap hari dan jam kerja untuk mendapatkan informasi lebih detil dan lengkap. Melalui tim marketing kami, Anda akan dilayani dengan baik, ramah, dan bersahabat. Atau dapat juga Anda berkomunikasi via WhatSapp dan email resmi Politeknik Kutaraja.

Atau Anda bisa juga berkunjung ke website Politeknik Kutaraja di www.poltekkutaraja.ac.id untuk mendapatkan informasi yang lebih up to date. Baik mengenai program studi, sarana prasarana kampus, akreditasi, profil perguruan tinggi dan lain-lain. (*)

Seminar | Keterlibatan Perempuan dalam Proses Pengambilan Keputusan dan Pemenuhan Haknya

Ilustrasi foto: siswi SMAN 11 Banda Aceh (dokpri)

Partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan telah menerima perhatian yang signifikan di beberapa wilayah di Indonesia. Itulah tema seminar yang coba diangkat oleh LSM Natural Aceh, Selasa (12/2/2019) bertempat di Auditorium Politeknik Kutaraja.

Hal ini dibuktikan dari meningkatnya keterlibatan perempuan dalam proses pengambilan keputusan dan proses perencanaan pembangunan dalam musrenbang (musyawarah perencanaan pembangunan), forum musyawarah tahunan para pemangku kepentingan, baik ditingkat gampong/desa, kecamatan, kabupaten/kota, propinsi dan tingkat nasional.

Keterlibatan perempuan masih dianggap kurang terwakili dalam posisi pengambilan keputusan, terutama perempuan dalam kategori marjinal, seperti perempuan ekonomi prasejahtera (miskin) dan penyandang disabilitas, serta perempuan terdampak konflik, kekerasan dan bencana.

Hal ini menyebabkan implementasi dari proses perencanaan dan pembangunan menjadi bias gender dan tidak inklusif, dimana inklusif memiliki syarat lingkungan sosial positif, kemerataan dalam sosial ekonomi, aksesibilitas dan keterjangkauan lingkungan fisik.

Kebijakan inklusif mampu menempatkan kelompok rentan sebagai bagian dari keberagaman dan mampu berperan sosial, memberikan kontribusi secara positif dalam pembangunan nasional.

Indonesia memiliki kerangka kebijakan untuk peningkatan kesetaraan gender, masyarakat miskin dan rentan dan komitmen nyata dalam pembangunan yang inklusif terhadap disabilitas.

Hal ini mencakup pernyataan kesetaraan dalam Konstitusi Republik Indonesia (Undang-undang Dasar 1945), ratifikasi Konvensi PBB tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan (Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Against Women – CEDAW) dan ratifikasi Konvensi PBB tentang Hak-hak Kaum Penyandang Disabilitas (UN Convention on the Rights of Person with Disabilities) tahun 2011 serta Undang-undang no 8 tahun 2016 mengenai hak-hak penyandang disabilitas.

Instruksi Presiden Republik Indonesia No. 9/2000 mengenai “Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Nasional” untuk mengharuskan pengarusutamaan isu-isu gender dalam lembaga negara dan program-programnya pada semua tahap pembangunan: yakni perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi untuk semua latar belakang perempuan tanpa diskriminasi baik tingkat nasional, provinsi maupun daerah.

Pemerintah Kota Banda Aceh sendiri terus berupaya melakukan peningkatan partisipasi perempuan dengan melakukan inovasi Musyawarah Rencana Aksi Perempuan dan Anak (MUSRENA) melalui peraturan walikota Banda Aceh No 52 tahun 2018.

Diharapkan nantinya disamping sebagai sarana dan wadah untuk memperluas partisipasi perempuan dalam proses perencanaan pembangunan, Musrena ini juga sekaligus sebagai suatu mekanisme untuk mempercepat terealisasinya Pengarus-Utamaan Gender (PUG) dalam segala bidang pembangunan sesuai dengan amanat Instruksi Presiden (Inpres) Nomer 9 Tahun 2000.

Prinsip dasar yang dijadikan pedoman dalam pelaksanaan Musrena di Kota Banda Aceh meliputi prinsip kesetaraan, anggaran yang berkeadilan gender, musyawarah dialogis, anti dominasi, keberpihakan kepada kelompok rentan, anti diskriminasi, dan pembangunan secara holistik.

Namun dari berbagai informasi dan data yang diperoleh, masih banyak masyarakat yang menilai bahwa partisipasi perempuan di Aceh dalam kategori marjinal masih kurang, sehingga pemenuhan hak-haknya masih terus diupayakan dengan maksimal.

Di tingkat Provinsi, Aceh saat ini telah memiliki pergub yang mengatur kesejahteraan sosial, yaitu Qanun Aceh no.11 tahun 2013; Qanun Aceh no.7 tahun 2014 tentang ketenagakerjaan, serta beberapa kebijakan lainnya yang terus diupayakan berpihak kepada perempuan, terutama kelompok marjinal.

Terlebih lagi, saat ini pemerintah pusat dan pemerintah daerah mulai mengadopsi tujuan pembangunan berkelanjutan atau suistanable development goals (SDGs) dan telah dalam tahap implementasi, diantaranya menerapkan gender equality (kesetaraan gender), no poverty (tidak ada lagi kemiskinan), decent work and economic grow (pekerjaan layak dan dan pertumbuhan ekonomi) dan reduce inequalities (menurunkan tingkat ketidaksetaraan) dengan tujuan mencapai kesejahteraan, keadilan sosial dan advokasi.

Atas berbagai pertimbangan di atas, Natural Aceh yang saat ini memiliki program Women, Peace and Security bekerjasama dengan Politeknik Kutaraja berharap bisa membantu mensosialisasikan dan memfasilitasi kebijakan, program atau target-target yang akan dan telah dilakukan pemerintah, terutama pemerintah daerah Kota Banda Aceh dengan berbagai inovasi dan rencana kerjanya.

Sebagai salah satu mitra pemerintah, Natural Aceh tetap komit bersanding dengan pemerintah dalam hal pembangunan (fisik dan non fisik) untuk mencapai kualitas, kesejahteraan dan kesetaraan masyarakat yang lebih baik kedepannya dalam bidang pendidikan, pemberdayaan ekonomi, sosial, life skill, kepemudaan, bidang perempuan, kebencanaan sampai kelompok marginal dan akar rumput.

Sebagai salah satu wujud dukungan Natural Aceh bersama Politeknik Kutaraja dalam menjembatani pemerintah dan masyarakat, Natural Aceh telah melakukan serangkaian advokasi, FGD, seminar dan seminar dalam berbagai bidang termasuk pada program WPS ini, dan akan terus berlansung sampai akhir tahun 2019.

Bekerja sama dengan mitra perguruan tinggi, Politeknik Kutaraja Banda Aceh, Lembaga Riset dan Pelatihan Natural Aceh mengadakan seminar yang bertujuan untuk: (1) Memaparkan langkah-langkah terobosan untuk menguatkan keterlibatan perempuan dalam proses pengambilan keputusan dalam pemenuhan hak-haknya dan (2) Menyusun rencana strategis peningkatan partisipasi inklusif dalam tujuan pembangunan berkelanjutan atau suistanable development goals (SDGs) yang terkait yaitu SDGs 5 (gender equality, SDGs 1 (no poverty) dan 10 (reduce inequalities).

Kegiatan ini akan melibatkan perwakilan dari lembaga, beneficiaries dan instansi pemerintahan sebagai pemateri, yaitu Bappeda Kota Banda Aceh (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) dan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB). Kegiatan ini akan dipandu oleh tim fasilitator yang berkompeten, yaitu Ibu Riswati M.Si dari lembaga Flower Aceh. (*)

Baca Ini Jika Tidak Ingin Menjadi Pengangguran

Sosialisasi pendidikan tinggi vokasi di SMAN 12 Banda Aceh, Kamis (24/1/2019)

Tingkat pengangguran di Aceh masih tergolong tinggi, bahkan tertinggi di Sumatera. Penyebab utama pengangguran karena banyak lulusan perguruan tinggi yang tidak memiliki keahlian dan keterampilan. Sehingga kesulitan dalam mendapatkan peluang kerja.

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah telah menetapkan pendidikan tinggi vokasi sebagai program prioritas. Dalam pendidikan vokasi, mahasiswa difokuskan pada penguasaan keahlian dan keterampilan sebagai lulusan yang siap bekerja dan bahkan mampu membuka lapangan kerja.

Politeknik Kutaraja merupakan lembaga pendidikan vokasi. Melalui pendidikan vokasi, Politeknik Kutaraja akan melahirkan sumber daya manusia yang memiliki skill, berintegritas, dan berkarakter dengan kurikulum yang berbasis KKNI dan SKKNI. Sehingga lulusan Politeknik Kutaraja akan mudah mendapatkan kerja karena kompetensinya sesuai dengan kebutuhan industri, perkantoran dan dunia kerja.

Memilih kuliah di Kampus Politeknik Kutaraja merupakan pilihan yang tepat di era revolusi industri 4.0, karena penyelenggaraan pendidikan dengan sistim teknologi informasi. Mulai dari pelayanan akademik sampai proses belajar mengajar menggunakan sarana ICT.

Selain itu tenaga pengajar, instruktur, dan dosen pun lebih banyak dari kalangan praktisi dan profesional muda yang sudah berpengalaman dibidangnya. Rata-rata mereka lulusan master baik dari dalam maupun luar negeri.

Segeralah bergabung di Politeknik Kutaraja dan dapatkan kesempatan untuk memperoleh beasiswa yang kami sediakan. Ada beasiswa Bidikmisi, beasiswa Pengembangan Prestasi Akademik (PPA) dari Kemenristek Dikti, beasiswa YPSIK. Serta program-program pengembangan karir kamu dimasa depan. Karena visi kami adalah menciptakan lulusan yang profesional, berjiwa wirasusaha, dan berdaya saing global.

Sebagai informasi tambahan, Politeknik Kutaraja saat ini sudah melakukan kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi dan politeknik yang ada di Malaysia, Korea, dan Indonesia. Itulah cara kami mewujudkan visi Politeknik Kutaraja menuju kampus go internasional. (*)

Dosen Politeknik Kutaraja Mengikuti Workshop Penulisan Jurnal Ilmiah

Dosen Politeknik Kutaraja, Aceh mengikuti kegiatan penulisan karya tulis ilmiah yang diadakan di kampus setempat, Sabtu (1/12/2018)

Sebagai sebuah perguruan tinggi (PT), Politeknik Kutaraja diwajibkan oleh Undang-undang untuk melakukan tri dharma perguruan tinggi. Tiga kegiatan utama tri dharma PT yaitu; pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat. Ketiga hal tersebut tidak bisa terlepas dari kehidupan perguruan tinggi dan sivitas akademika.

Dalam rangka untuk meningkatkan literasi ilmiah bagi dosen, di kampus setempat, hari ini (Sabtu, 1/12/2018) diadakan kegiatan workshop penulisan karya tulis ilmiah dalam rangka untuk mengembangkan kemampuan dosen dalam melaporkan hasil penelitiannya. Kegiatan ini diikuti oleh 21 dari 26 orang dosen Politeknik Kutaraja dari berbagai program studi.

“Workshop penulisan jurnal ilmiah yang dilaksanakan tahun ini bertujuan untuk memperbanyak publikasi dosen. Selama ini memang mereka sudah banyak yang berhasil mempublikasikan karya tulisnya di jurnal-jurnal nasional terindeks bahkan jurnal internasional terindeks scopus. Namun secara kualitas masih harus terus kita tingkatkan.” Ujar Supriyanto, Direktur Politeknik Kutaraja sekaligus sebagai pemateri.

Jadi ini semacam kewajiban yang harus kita lakukan secara bersama-sama untuk meningkatkan baik kualitas maupun kuantitas karya tulis dosen di perguruan tinggi. Apalagi target pemerintah untuk menambah jumlah publikasi internasional secara signifikan untuk mengejar ketertinggalan kita dari negara-negara lain. Saat ini, Indonesia berada di peringkat ke-3 ranking publikasi ilmiah di antara sesama negara ASEAN.

Jumlah publikasi ilmiah Indonesia pada jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus per 2 Oktober 2017 sudah mencapai 12.098 publikasi. Jumlah tersebut meningkat 2.597 publikasi dalam dua bulan terakhir. Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menargetkan mampu memproduksi 17.000 publikasi pada akhir tahun agar bisa melewati Singapura.

Bagi dosen yang bersangkutan sendiri memiliki keuntungan dalam hal pengembangan karirnya. Dengan melakukan kegiatan penelitian dan mempublikasikannya di jurnal-jurnal bereputasi, maka akan mudah mengurus kepangkatan dan jabatan akademik dosen bahkan bisa menjadi guru besar. Tidak masalah walaupun dosen yang mengabdi di PT swasta.

Nah, Politeknik Kutaraja tahun ini menargetkan setiap dosen dapat mempublikasikan artikelnya diberbagai jurnal minimal 2 artikel, sehingga diharapkan Politeknik Kutaraja dapat menelurkan 52 jurnal sampai April 2019 nantinya.

Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Ali Ghufron Mukti menegaskan, berbagai regulasi yang ada saat ini sebenarnya memberikan manfaat positif dan mampu mengatrol kinerja para lektor kepala dan dosen untuk produktif melakukan riset dan mempublikasikannya di jurnal internasional bereputasi. Khususnya di dunia penelitian perguruan tinggi dan juga lembaga penelitian. Hal ini dapat menunjang karir seorang dosen. Dengan begitu secara linearakan menambah pendapatan yang ia peroleh.

Berdasarkan informasi yang pernah disampaikan oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohd Nasir rasio jumlah peneliti dengan jumlah penduduk di Indonesia adalah 1.000 peneliti berbanding 1 juta penduduk. Angka ini jauh lebih rendah dari negara-negara tetangga sebut saja Singapura dan Malaysia.

Supriyanto, Sp.,M.Si pemateri Workshop Penulisan Jurnal Ilmiah

Di Singapura, rasio jumlah peneliti dengan jumlah penduduk di Singapura adalah 9.000 peneliti per satu juta penduduk. Sedangkan Malaysia hampir 3.000 peneliti per satu juta penduduk. Padahal, kata Nasir, jumlah perguruan tinggi di Indonesia jauh lebih banyak daripada negara-negara tersebut, yaitu sebanyak 4.600. Bahkan jumlah PT di Indonesia dua kali lipat dari China.

Dosen sebagai profesional dan ilmuan

Dalam pemaparannya, Supriyanto mengatakan bahwa dosen itu bukan hanya sebagai tenaga pendidik. Dosen juga sebagai ilmuan dan peneliti. Dalam melaksanakan profesionalitas tersebut, dosen dituntut untuk melakukan penulisan karya ilmiah sebagai wujud pengembangan limu pengetahuan.

Dalam era serba daring ini, seluruh karya ilmiah dosen harus dapat dipublikasikan secara online (daring), termasuk penilaian kinerja, kenaikan pangkat juga dilakukan dengan basis daring. Ketika semua penilaian seluruh aspek tersebut dilakukan, maka dosen akan memiliki jabatan akademik, barulah karir sebagai dosen mulai dikembangkan.

Jabatan akademik dosen dimulai dengan Asisten Ahli (lecturer) dengan syarat masa dinas aktif 1 Tahun, dan pendidikan minimal magister. Kemudian Lektor (senior lecturer), dengan masa aktif 2 tahun dan pendidikan minimal magister, sampai Lektor Kepala dan Guru Besar.

Namun sebagai peneliti, seorang dosen memungkinkan mendapat pendapatan dari kegiatan penelitiannya. Apalagi pemerintah saat ini mendorong setiap dosen di seluruh perguruan tinggi di Indonesia untuk melakukan penelitian. Kemenristek Dikti sendiri menyediakan anggaran yang cukup besar untuk program hibah penelitian dosen.

Kegiatan penelitian akan menunjang kepangkatan dosen sebagai Asisten Ahli sebanyak 25 persen dari total akumulasi angka kredit yang dibutuhkan. Sedangkan angka kredit lainnya diperoleh dari pelaksanaan pendidikan, pengabdian masyarakat, dan unsur penunjang lainnya. Sehingga total angka kredit akumulasi 150 dapat tercapai. Begitu seterusnya kepangkatan sampai guru besar.(*)

Sosialisasi Perpajakan, Generasi Aceh Paham Pajak

Oleh: Hamdani

Panitia Pelaksana Kegiatan Sosialisasi Perpajakan melakukan foto bersama Direktur Politeknik Kutaraja dan Nara Sumber, Rabu (14/11)

Rabu (14/11) bertempat di auditorium kampus Politeknik Kutaraja, himpunan mahasiswa prodi akuntansi bekerja sama dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Aceh, melakukan sosialisasi perpajakan bagi dosen, mahasiswa, dan masyarakat umum di Banda Aceh.

Dengan menghadirkan pemateri dari Kanwil DJP Aceh, kegiatan tersebut diikuti oleh sejumlah mahasiswa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, beserta dosen dan seluruh mahasiswa Politeknik Kutaraja dari empat (4) program studi yang ada saat ini.

Acara yang dimulai sejak pukul 14:00 Wib, yang dibuka oleh Direktur Politeknik Kutaraja, Supriyanto, SP., M.Si. Dalam sambutan pembukaannya Supriyanto mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi yang dikemas dengan model seminar ini sangat positif, apalagi mengangkat tema tentang perpajakan.

“kegiatan sosialisasi ini sangat bagus dan positif bagi mahasiswa, dosen dan seluruh peserta, apalagi tentang perpajakan.” kata Supriyanto.

Sebagaimana diketahui bahwa salah satu sumber pembiayaan pembangunan negara adalah sektor pajak. Bahkan 80 persen penerimaan negara Indonesia saat ini masih disumbang oleh pajak. Oleh karena itu pajak menjadi prioritas pemerintah dalam hal pemasukan negara.

Karena itu masyarakat perlu didorong untuk aktif membayar pajak, agar pendapatan negara dari pajak menjadi meningkat. Dan itu dimulai dari kesadaran setiap individu untuk menjadi wajib pajak yang bertanggung jawab dan tahu akan kewajiban pajaknya.

Nah, salah satu program DJP Aceh adalah mensosialisasikan tata cara pembayaran pajak, sistem pajak, cara menghitung pajak, dan pengisian SPT dan e-filling pajak kepada sebanyak mungkin calon wajib pajak, terlebih kepada generasi muda.

Apalagi tax ratio Indonesia sampai tahun 2017 masih rendah sekali dibandingkan dengan negara-negara lain termasuk di Asean. Menurut data yang dirilis oleh Kementerian Keuangan tax ratio Indonesia baru mencapai 30 persen, artinya masih ada potensi penerimaan pajak dari 70 persen wajib pajak lainnya yang belum menyetor kewajibannya. Inilah yang ingin dikejar oleh pemerintah.

Kegiatan sosialisasi serupa juga pernah dilakukan oleh DJP Aceh di acara Car Free Day (CFD). Kanwil DJP Aceh, Ahmad Djamhari mengatakan pihaknya memanfaatkan ajang car free day untuk mensosialisasikan batas waktu penyampaian SPT pajak tahunan hingga 31 Maret 2018 lalu. Acara tersebut diramaikan oleh ratusan warga, jajaran Pemko Banda Aceh, perwakilan perbankan, dan sejumlah komunitas.

“Sekarang untuk isi SPT tidak perlu lagi antre di kantor pajak, cukup via e-filling yang dapat diakses di www.online-pajak.com. Jika ada yang harus dibayar pajaknya tinggal pakai e-billing,”paparnya.

Acara sosialisasi perpajakan di kampus Politeknik Kutaraja yang dipandu oleh Trie Nadila tersebut berjalan lancar dan sangat menarik. Para peserta antusias mengajukan banyak pertanyaan kepada pemateri. Namun karena waktu yang terbatas, tentu tidak semua peserta mendapatkan kesempatan untuk bertanya. (ham)